Memasuki hari ke-18 bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Setiap hari di bulan penuh berkah ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Sekaligus memohon ampunan, serta mengharapkan limpahan rahmat dan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Salah satu doa yang dapat diamalkan pada Ramadhan hari ke-18 berisi permohonan agar Allah SWT membangunkan hati untuk meraih keberkahan waktu sahur.
Juga untuk menerangi hati dengan cahaya keimanan, serta membimbing setiap anggota tubuh agar senantiasa mengikuti jalan kebaikan dan petunjuk-Nya. Berikut doa Ramadhan hari ke-18 lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.
Doa Ramadhan Hari ke-18
اللَّهُمَّ نَبِّهْنِي فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرُ فِيْهِ قَلْبِي بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَانِي إِلَى اتَّبَاعِ آثَارِهِ بِنُورِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِينَ
Arab Latin: Allahumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bi dliyâ'i anwârihi wa khudz bi kulli a'dlâ'i ilâ ittibâi âtsârihi bi nûrika yâ munawwira qulûbil 'ârifîn.
Artinya: Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para 'arif.
Waktu Mustajab Membaca Doa Ramadhan
Doa merupakan bagian penting dari ibadah seorang muslim, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Dalam laman NU Online dijelaskan, Allah menjanjikan pengabulan doa bagi hamba‑Nya yang memohon dengan sungguh‑sungguh, sehingga bulan ini menjadi momen ideal untuk memperbanyak doa harian.
Apalagi, bulan Ramadhan juga disebut bulan yang mustajab untuk berdoa karena puasa yang dijalankan secara ikhlas membuat hati lebih tenang, khusyuk, dan lebih dekat kepada Allah. Beberapa waktu dianjurkan sebagai momen mustajab untuk membaca doa Ramadhan.
- Sepertiga malam terakhir (sebelum fajar), atau waktu sholat tahajud dan doa, saat Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan permohonan hamba‑Nya.
- Saat berbuka puasa (Maghrib), sebab, doa orang yang berpuasa pada saat berbuka termasuk mustajab.
- Sahur atau sebelum fajar menjadi momen tenang sebelum imsak untuk berdoa dan bermohon ampun.
- Antara azan dan iqamah merupakan saat singkat sebelum sholat fardu yang dianjurkan untuk berdoa.
Meski demikian, doa harian tidak terikat pada jam tertentu dan bisa dibaca kapan saja sepanjang hari selama bulan Ramadhan. Yang terpenting adalah keikhlasan, khusyuk, dan konsistensi dalam berdoa.
(hil/irb)











































