Fenomena anak kambing bermata satu yang lahir di Jember sempat membuat warga geger, Kamis (5/3/2026) lalu. Sebagian masyarakat bahkan mengaitkannya dengan tanda-tanda mistis. Namun secara medis, kondisi tersebut dikenal sebagai cyclopia.
Dokter hewan Brian Christian Sarniem dari ASAP Pet Clinic menjelaskan bahwa cyclopia merupakan kelainan bawaan yang sudah lama dikenal dalam dunia medis. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis mamalia, termasuk manusia dan hewan ternak.
"Untuk kondisi (makhluk hidup) bermata satu ini sebenarnya sudah cukup lama ditemui di medis. Namanya itu cyclopia. Bisa terjadi di hewan maupun manusia," kata Brian saat dihubungi detikJatim, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brian menjelaskan, cyclopia terjadi akibat gangguan perkembangan embrio pada masa awal kehamilan. Pada fase tersebut, organ penting seperti mata dan otak seharusnya mulai terbentuk dan terpisah menjadi dua bagian.
Namun pada kasus cyclopia, proses tersebut gagal terjadi sehingga mata hanya terbentuk satu di bagian tengah wajah.
Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi mata, tetapi juga organ vital lain di dalam tubuh. Karena itulah hewan dengan kelainan ini umumnya tidak mampu bertahan hidup lama setelah lahir.
"Jadi misalkan contoh kalau di manusia dan mamalia gitu kan otak itu ada kiri dan kanan, ada dua bagian. Kalau dua hal tersebut gagal berkembang, jadi tetap satu utuh bulat gitu," jelasnya.
Karena kondisi itu, rata-rata hewan dengan cyclopia hanya bisa bertahan hidup dalam waktu singkat.
"Memang tidak lama, biasanya hanya sehari atau dua hari. Karena sistem otak aja kan gagal berkembang. Jadi secara keseluruhan pun kayak metabolisme, semua itu ikut terganggu," ujar Brian.
Terbukti, kambing bermata satu yang lahir di Jember pun dilaporkan hanya mampu bertahan hidup selama kurang lebih 12 jam setelah dilahirkan.
Brian menjelaskan bahwa kelainan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya paparan zat beracun atau teratogen pada induk saat awal kehamilan. Paparan tersebut dapat menyebabkan mutasi gen yang kemudian memicu gangguan perkembangan janin.
"Bisa karena induk terpapar atau makan zat tertentu yang bersifat toksik saat awal kehamilan. Jadi dia menyebabkan mutasi gen, makanya hal tersebut terjadi (kelahiran dengan satu mata)," jelasnya.
Meski tampak mengejutkan, ia mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan fenomena tersebut dengan hal-hal mistis.
"Kalau ketemu (hewan) kayak gini tentunya pertama jangan panik, itu wajib. Terus sediakan tempat yang nyaman lah untuk hewan tersebut beristirahat hingga akhir hidupnya yang nggak lama itu," pungkasnya.
(auh/hil)











































