Kemacetan horor terjadi di Bundaran Waru hingga Jumat (6/3) malam ini. Antrean kendaraan saat ini bahkan mengular hingga kawasan Gedangan, Sidoarjo.
Pantauan detikJatim, arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Surabaya Malang di Gedangan menuju Jalan Letjen S. Parman Waru padat. Sementara mulai Jalan Letjen S. Parman hingga arah Bundaran Waru macet total.
Begitupun dari Bundaran Waru menuju arah Sidoarjo yang hanya bisa bergerak sangat pelan atau merambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemacetan makin parah karena banyak kendaraan berat seperti truk dengan berbagai muatan yang melintas pada malam hari. Kehadiran truk-truk tersebut membuat laju kendaraan semakin tersendat.
Erald (30), warga Sidoarjo, mengaku harus terjebak kemacetan hingga dua jam di jalan. Ia berangkat dari Surabaya sekitar pukul 20.00 WIB.
"Ini sudah dua jam di jalan. Berangkat dari Surabaya jam 20.00 WIB, sekarang jam 22.10 WIB masih di perempatan Gedangan," kata Erald kepada detikJatim, Jumat (6/3/2026).
Ia mengatakan masih membutuhkan waktu sekitar 15 menit lagi untuk sampai ke rumahnya di kawasan Sukodono, Sidoarjo.
Sebelumnya, detikJatim juga memantau kemacetan horor di Surabaya sudah terasa sejak kawasan Jalan Wonokromo menuju arah selatan. Kendaraan hanya bisa merayap sangat pelan menuju Bundaran Waru.
Perjalanan dari kawasan Wonokromo hingga Bundaran Waru yang biasanya dapat ditempuh sekitar 20 menit, malam ini memakan waktu hingga sekitar 1,5 jam menggunakan sepeda motor.
Titik kemacetan paling parah terpantau berada di kawasan Bundaran Waru. Di lokasi ini kendaraan tampak saling terkunci sehingga arus lalu lintas nyaris tidak bergerak.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kemacetan masih terjadi hingga malam ini karena tingginya volume kendaraan.
"Masih macet sampai malam ini karena volume kendaraan tinggi dan banyak bus yang mengambil lajur lawan," ujar Galih.
Ia mengatakan hingga malam ini petugas masih melakukan penertiban kendaraan di lapangan agar arus lalu lintas bisa kembali mencair.
"Sekarang sedang dilakukan penertiban dan pencairan arus," kata Galih.
Kemacetan panjang ini mulanya dipicu tiang listrik yang roboh di wilayah Medaeng, Kabupaten Sidoarjo pada Jumat (6/3) sore. Tiang tersebut menutup sebagian ruas jalan sehingga arus kendaraan tersendat.
"Penyebabnya karena tiang listrik roboh di daerah Medaeng, Sidoarjo yang menutup ruas jalan, sehingga kemacetan mengekor ke Jalan Ahmad Yani Surabaya," ujar Galih.
Selain tiang listrik, sebuah baliho juga dilaporkan ikut roboh dan melintang di badan jalan. Kondisi ini membuat sebagian ruas jalan di kawasan Medaeng tidak dapat dilalui kendaraan sehingga memicu antrean panjang yang merembet hingga Jalan Ahmad Yani Surabaya serta sejumlah ruas jalan di sekitarnya hingga malam ini.
