Hujan badai kembali menerjang Kota Surabaya pada Jumat (6/3) sore. Akibatnya sejunlah bangunan rusak. Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto menyebut ada sekitar 8 bangunan yang tercatat rusak di 3 titik.
"Ada 3 titik bangunan rusak. 1 Titik di antaranya ada 5 rumah dan 1 musala terdampat," kata Irvan.
Selain merusak bangunan, hujan badai juga menumbangkan sejumlah pohon. Salah satunya di kawasan Siwalankerto. Hujan badai disertai angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar jam 14.01 WIB aku naik grab ke gedung W (kampus utama) terus ada pohon tumbang di sekitar ticketing masuk itu. Anginnya memang kenceng banget tadi," ujar Erin.
Dari pantauan di lokasi, pohon tumbang terjadi di beberapa titik. Mulai dari halaman kampus utama atau gedung W hingga di daerah kampus Timur atau gedung Q.
Saat kejadian, memang terlihat angin yang menerjang bukanlah angin kencang biasa. Beberapa saksi melihat pusaran angin yang bergerak cepat dan menimbulkan suara gemuruh saat melintasi beberapa pohon yang diterjang.
Badai yang disertai angin puting beliung tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan untungnya kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Arus lalu lintas di sekitar kampus terlihat lancar dan proses belajar mengajar masih berjalan secara normal.
"Ada 37 titik pohon tumbang (akibat hujan angin siang tadi)," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik.
