Jalur utama Ponorogo-Trenggalek di KM 16 tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek masih belum bisa dilalui secara normal pasca longsor. Petugas gabungan dari Polres Ponorogo dan Polres Trenggalek masih melakukan pemantauan serta pengamanan di lokasi.
Pamapta I Polres Ponorogo IPDA John Anderson Batara Aryasena mengatakan, pihaknya bersama Polsek Tugu Polres Trenggalek melakukan patroli bersinggungan di area longsor pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
"Kami melakukan patroli bersinggungan bersama Polsek Tugu Polres Trenggalek di titik longsor KM 16 jalur Trenggalek-Ponorogo, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu," ujar John.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah pihak terkait, di antaranya Kapolsek Tugu AKP Sunawir, Kepala BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, perwakilan BBPJN Jatim-Bali serta Basarnas Trenggalek.
Dari hasil pemantauan di lokasi, tim gabungan menyimpulkan bahwa proses pembersihan material longsor dan perbaikan jalan masih membutuhkan waktu.
"Hasil patroli bersama menyimpulkan bahwa masih diperlukan proses perbaikan dan evakuasi material di area longsor. Diperkirakan proses penanganan oleh tim kontraktor hingga Minggu (8/3)," jelas John.
Meski demikian, untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian, petugas tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi.
"Untuk kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintas melalui jalur alternatif Bendungan Tugu yang nantinya keluar di Desa Nglinggis," katanya.
Sementara itu, kendaraan dengan muatan berat seperti truk untuk sementara tidak diperbolehkan melintas di jalur tersebut hingga proses perbaikan selesai.
"Untuk kendaraan berat atau truk tidak dapat melintas sama sekali sampai perbaikan selesai," tegas John.
Ia menambahkan kegiatan patroli dan pengamanan di area longsor berlangsung aman dan lancar. Polisi juga terus mengimbau masyarakat agar berhati-hati serta mengikuti arahan petugas saat melintas di jalur alternatif tersebut.
