Angin puting beliung melanda Surabaya. Kali ini, terlihat di kawasan Siwalankerto dan mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Salah satunya terjadi di kawasan Universitas Kristen Petra.
Hujan badai disertai angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Salah satu mahasiswa yang hendak berpindah gedung, Erin mengaku melihat sejumlah pohon yang tumbang di halaman kampus.
"Sekitar jam 14.01 WIB aku naik grab ke gedung W (kampus utama) terus ada pohon tumbang di sekitar ticketing masuk itu. Anginnya memang kenceng banget tadi," ujar Erin dikonfirmasi detikJatim, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pohon tumbang di kawasan Kampus Petra Foto: Istimewa |
Dari pantauan di lokasi, pohon tumbang terjadi di beberapa titik. Mulai dari halaman kampus utama atau gedung W hingga di daerah kampus Timur atau gedung Q.
Saat kejadian, memang terlihat angin yang menerjang bukanlah angin kencang biasa. Beberapa saksi melihat pusaran angin yang bergerak cepat dan menimbulkan suara gemuruh saat melintasi beberapa pohon yang diterjang.
Badai yang disertai angin puting beliung tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan untungnya kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Arus lalu lintas di sekitar kampus terlihat lancar dan proses belajar mengajar masih berjalan secara normal.
Melina, Humas UK Petra menyebut, saat ini proses pembersihan pohon-pohon tersebut tengah berlangsung.
"Memang ada beberapa pohon tumbang di sekitar kampus. Puji Tuhan nggak ada korban luka maupun jiwa. Begitu reda tadi, langsung dilakukan proses pembersihan (pohon tumbang)," ujarnya.
Fenomena cuaca ekstrem memang kerap terjadi di Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang disertai angin kencang beberapa kali menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah kota.
Pada awal pekan ini misalnya, hujan badai juga dilaporkan mengakibatkan puluhan pohon tumbang di berbagai ruas jalan Surabaya. Beberapa di antaranya terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, Jalan Arjuna, Jalan Upa Jiwa hingga Jalan Gubeng.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Surabaya, pada periode 1 hingga 10 Maret 2026. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
(irb/hil)












































