Bermula dari suara gaduh di kandang kambing milik Slamet saat sahur di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, kehebohan menggegerkan warga setempat. Seekor anak kambing lahir di kandangnya dengan kondisi fisik yang tak lazim: bermata satu.
Peristiwa yang terjadi di rumah Slamet yang merupakan seorang Ketua RT 01/RW 30 itu sempat menggegerkan warga sekitar. Simak deretan fakta di balik lahirnya anak kambing bermata satu berikut ini.
Fakta-fakta Anak Kambing Bermata Satu di Jember
1. Bermula dari Suara Jatuh saat Sahur
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/3/2026) dini hari. Slamet, sang pemilik, menceritakan bahwa penemuan tersebut bermula saat ia tengah bersiap untuk makan sahur. Suasana yang tenang tiba-tiba terusik oleh bunyi gaduh dari arah kandang ternaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin pada saat sahur, ada suara jatuh di kandang kambing. Ternyata setelah dicek, kambing yang sedang hamil itu melahirkan," katanya.
2. Kondisi Fisik yang Tak Lazim
Setelah dilakukan pengecekan, Slamet dan keluarganya mendapati kenyataan yang mengejutkan. Anak kambing yang baru lahir tersebut tidak seperti hewan normal pada umumnya, melainkan hanya memiliki satu kelopak mata yang terletak tepat di bagian tengah wajahnya.
"Saat melihat anak kambing pertama kali, saya kaget karena bayi kambing tersebut bermata satu. Saya dan seluruh keluarga pun kaget," ujar Slamet.
3. Sempat Hendak Dirawat
Meski kondisi fisiknya dianggap tidak normal oleh banyak orang, Slamet awalnya tidak berniat membuang atau mengabaikan hewan tersebut. Ia dan keluarganya justru merasa iba dan sempat sepakat untuk memberikan perawatan khusus bagi si anak kambing.
"Meski awalnya kaget, saya dan keluarga akhirnya sepakat untuk merawat anak kambing tersebut," paparnya.
4. Hanya Bertahan Hidup 12 Jam
Harapan Slamet untuk membesarkan anak kambing unik tersebut ternyata harus pupus dengan cepat. Kondisi fisik yang tidak sempurna itu nampaknya berdampak pada ketahanan hidup sang hewan. Hanya dalam kurun waktu sekitar setengah hari sejak dilahirkan, anak kambing itu mengembuskan napas terakhirnya.
"Kambing itu kemarin lahir pukul 03.00 WIB dan meninggal (mati) pada pukul 15.30 WIB," jelas Slamet.
5. Akhir Fenomena Kambing Langka
Kematian anak kambing ini menutup rangkaian kehebohan yang sempat menyelimuti lingkungan RT 01/RW 30 Desa Sumberejo. Perjalanan hidup hewan yang lahir di waktu sahur itu berakhir tepat pada sore hari di hari yang sama.
"Saya bersama keluarga sepakat untuk merawat anak kambing tersebut. Tapi hanya dalam waktu sekitar 12 jam anak kambing itu sudah meninggal," pungkasnya.
(irb/dpe)











































