31 Santri di Jombang Keracunan Usai Santap Telur Asin MBG

31 Santri di Jombang Keracunan Usai Santap Telur Asin MBG

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 23:39 WIB
Puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah Jombang keracunan setelah buka puasa santap telur asin MBG
Puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah Jombang keracunan setelah buka puasa santap telur asin MBG (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Jombang. Puluhan santri mengalami mual, muntah hingga pingsan setelah menyantap menu buka puasa.

Santri Sholawat Darut Taubah, Azza Khoirun Nisa (17) menjelaskan, keracunan terjadi setelah para santri menyantap menu buka puasa berupa nasi, rawon dan telur asin sekitar pukul 18.00 WIB. Sesaat setelah makan, puluhan santri mengalami gejala keracunan.

Menurutnya, nasi dan rawon dimasak oleh pihak pesantren. Sedangkan telur asin dari program makan bergizi gratis (MBG). Sebab hari ini, setiap porsi MBG untuk para santri berupa roti, susu, telur asin, kacang-kacangan, pisang dan pir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pingsan beberapa santri. Banyak yang muntah, kondisinya lemas. Yang tidak kena 7 orang dari total 34 santri putri, kalau yang laki-laki saya tidak tahu," jelas santri asal Surabaya ini kepada wartawan di lokasi, Dusun Betek Selatan, Desa Betek, Mojoagung, Jombang, Kamis (5/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah Muhammad Adam menuturkan, santrinya berjumlah 84 anak jenjang SMP dan SMA. Terdiri dari 36 santri putri dan 48 santri laki-laki.

Hari ini, mereka menerima MBG berupa roti, buah dan telur asin yang dikirim SPPG Betek pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan untuk buka puasa, pihaknya memasak nasi dan rawon. Lauknya menggunakan telur asin dari MBG tersebut.

"Setelah magrib anak-anak buka puasa. Ada yang separuh makan, ada yang selesai makan baru mual dan muntah. Saya pikir telat makan sehingga maag atau apa. Ternyata semua, yang perempuan ada banyak, ada yang lemas, nangis, pingsan," ungkapnya.

Melihat santrinya banyak yang mengalami keracunan, Adam pun berkoordinasi dengan SPPG Betek. Sehingga pihak dapur MBG menyediakan ambulans untuk mengevakuasi para korban ke RS PKU Muhammadiyah.

"(Korban keracunan) Santri putri 30, yang putra 10. Di rumah sakit semua, PKU Mojoagung. Yang tidak makan telur asin, tidak keracunan, tapi ada juga makan telur asin baik-baik saja," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada menyebut puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah mengalami gejala gangguan intoleransi makanan. Menurutnya, jumlah santri yang dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Jombang 31 anak.

"Yang 10 (Santri) sudah pulang, 21 masih opname. Kondisinya sadar semua, sudah ditangani dengan baik," jelasnya.

Terkait penyebab keracunan massal ini, dr Hexawan enggan berspekulasi. Pihaknya menunggu hasil laboratorium atas sampel yang akan dikirim ke Surabaya.

"Sampel dari rawon, telur asin, muntahan. Sampel dibawa ke Surabaya, kan harus dicari penyebabnya," tandasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads