Surah yang Dibaca Nabi Muhammad Saat Nuzulul Quran

Surah yang Dibaca Nabi Muhammad Saat Nuzulul Quran

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 18:30 WIB
Ilustrasi baca al-quran
Ilustrasi membaca Al-Qur'an/Foto: Getty Images/Alihan Usullu
Surabaya -

Membaca Al-Qur'an pada malam Nuzulul Qur'an merupakan amalan paling utama yang dianjurkan untuk dilakukan. Seperti dalam firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ“Ω’ Ψ§ΩΩ†Ω’Ψ²ΩΩ„ΩŽ ΩΩΩŠΩ’Ω‡Ω الْقُرْاٰنُ هُدًى Ω„ΩΩ‘Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ†Ω°Ψͺٍ Ω…ΩΩ‘Ω†ΩŽ الْهُدٰى ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΩΩΨ±Ω’Ω‚ΩŽΨ§Ω†ΩΫš

Artinya: "Bulan Ramadan merupakan (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk serta pembeda (antara yang hak dan batil)."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini Nuzulul Quran jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026. Meski begitu, peringatannya dimulai dari Jumat, 6 Maret karena menurut kalender Hijriah pergantian hari dimulai dari waktu Maghrib.

Lantas apa saja surah-surah dalam Al-Quran yang perlu diamalkan mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW? Simak selengkapnya.

ADVERTISEMENT

3 Surah yang Dibaca Rasul SAW di Malam Nuzulul Quran

Dikutip dari detikHikmah, ketika malam Nuzulul Quran Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk membaca Surah Al-Baqarah, An-Nisa, dan Ali Imran.

Dalam suatu hadis dari Huzaifah RA, dijelaskan bahwa:

"Pada suatu malam di bulan Ramadan, aku salat bersama Rasulullah SAW di dalam sebuah bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai salatnya dengan takbir, kemudian membaca doa:

Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ£ΩƒΨ¨Ψ± ذُو Ψ§Ω„Ψ¬ΩŽΨ¨ΩŽΨ±ΩΩˆΨͺ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΩ„ΩŽΩƒΩΩˆΨͺِ ، وَذُو Ψ§Ω„ΩƒΩΨ¨Ω’Ψ±ΩΩŠΩŽΨ§Ψ‘Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨΈΩŽΩ…ΩŽΨ©Ω

"Lalu beliau mulai membaca surah Al-Baqarah, saya mengira bahwa beliau hanya akan membaca 100 ayat, namun ternyata beliau meneruskan bacaannya. Saya kembali mengira beliau akan berhenti di ayat ke-200, ternyata beliau membaca surah Al-Baqarah sampai akhir, dan meneruskannya dengan membaca surah Ali Imran hingga akhir. Dan menyambungnya lagi dengan surah An-Nisa hingga akhir pula.

Dan setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau akan berhenti sebentar dan berdoa memohon perlindungan. ... Sejak usai salat Isya pada awal malam hingga malam berakhir, di saat Bilal memberi tahukan bahwa telah tiba saatnya salat Subuh beliau hanya salat sebanyak empat rakaat," (HR Ahmad dan Al Hakim).

Keutamaan Membaca Al-Qur'an saat Malam Nuzulul Quran

Dilansir dari laman NU Online, membaca Al-Quran seraya menghidupkan Malam Nuzulul Quran memiliki banyak keberkahan, seperti:

1. Mendapatkan Pahala Berlipat

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan bernilai pahala. Bahkan satu huruf akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Hal tersebut terdapat pada hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud. Rasulullah SAW bersabda:

ΨΉΩ† ΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ¨Ω’Ω†ΩŽ Ω…ΩŽΨ³Ω’ΨΉΩΩˆΨ―ΩΨŒ ΩŠΩŽΩ‚ΩΩˆΩ„Ω: Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ: Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ω‚ΩŽΨ±ΩŽΨ£ΩŽ Ψ­ΩŽΨ±Ω’ΩΩ‹Ψ§ مِنْ كِΨͺَابِ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩΩŽΩ„ΩŽΩ‡Ω بِهِ Ψ­ΩŽΨ³ΩŽΩ†ΩŽΨ©ΩŒΨŒ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ψ­ΩŽΨ³ΩŽΩ†ΩŽΨ©Ω Ψ¨ΩΨΉΩŽΨ΄Ω’Ψ±Ω Ψ£ΩŽΩ…Ω’Ψ«ΩŽΨ§Ω„ΩΩ‡ΩŽΨ§ΨŒ Ω„ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩ‚ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω… Ψ­ΩŽΨ±Ω’ΩΩŒΨŒ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩƒΩΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΩ„ΩΩΩŒ Ψ­ΩŽΨ±Ω’ΩΩŒ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§Ω…ΩŒ Ψ­ΩŽΨ±Ω’ΩΩŒ ΩˆΩŽΩ…ΩΩŠΩ…ΩŒ Ψ­ΩŽΨ±Ω’ΩΩŒ

Artinya: "Dari Abdullah Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, "barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an , maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim sebagai satu huruf, melainkan masing-masing alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf," (HR. At-Tirmidzi : 2835).

2. Mendapatkan Ketenangan Hati

Membaca Al-Qur'an dapat membawa ketenangan bagi hati dan pikiran. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim:

ΩˆΩŽΩ…Ψ§ Ψ§Ψ¬Ω’ΨͺΩŽΩ…ΨΉ Ω‚ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŒ في Ψ¨ΩŽΩŠΩ’Ψͺٍ مِن بُيُوΨͺِ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩΨŒ يَΨͺΩ’Ω„ΩΩˆΩ†ΩŽ كِΨͺَابَ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩΨŒ وَيَΨͺΩŽΨ―ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ†ΩŽΩ‡Ω Ψ¨ΩŠΩ’Ω†ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω’ΨŒ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‘Ψ§ Ω†ΩŽΨ²ΩŽΩ„ΩŽΨͺΩ’ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡Ω…Ω Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘ΩƒΩΩŠΩ†ΩŽΨ©Ω

Artinya: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di antara rumah-rumah Allah sambil membaca Al-Qur'an, dan saling mempelajari di antara mereka. Kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dan diberikan rahmat serta malaikat akan menaunginya. Dan akan diingat di sisi Allah," (HR Muslim : 4867), (Muhammad Afzainizam).

3. Menjadi Ibadah yang Paling Utama

Membaca Al-Quran adalah ibadah paling utama diantara ibadah lain.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh an-Nu'man Ibnu Basyir:

Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω اللهِ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ: Ψ£ΩŽΩΩ’ΨΆΩŽΩ„Ω عِبَادَةِ Ψ£ΩΩ…Ω‘ΩŽΨͺِي Ω‚ΩΨ±ΩŽΨ§Ψ‘ΩŽΨ©Ω الْقُرْؒنِ

Artinya: "Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an," (HR al-Baihaqi).

Amalan Lain yang Dapat Dikerjakan

Dirangkum dari beberapa sumber seperti MUI, detikHikmah dan NU Online. ada berbagai amalan yang dapat dilakukan untuk mengejar keberkahan malam Nuzulul Quran, seperti:

1. Menunaikan Qiyamul Lail

Menghidupkan malam dengan shalat malam (qiyamul lail) juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, termasuk saat malam Nuzulul Quran.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa mengerjakan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR Bukhari dan Muslim)

Selain itu, salat malam juga disebut sebagai tanda kemuliaan seorang mukmin, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ath-Thabrani:

جَاَؑ Ψ¬ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩΩŠΩ„Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘Ω„ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ¨ΩΩŠΩΩ‘ -Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ-، ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ: يَا Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―ΩΨŒ عِشْ Ω…ΩŽΨ§ شِئْΨͺَ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ω…ΩŽΩŠΩΩ‘Ψͺٌ، ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ­Ω’Ψ¨ΩΨ¨Ω’ Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΨ­Ω’Ψ¨ΩŽΨ¨Ω’Ψͺَ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ω…ΩŽΩΩŽΨ§Ψ±ΩΩ‚ΩΩ‡ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ§ΨΉΩ’Ω…ΩŽΩ„Ω’ Ω…ΩŽΨ§ شِئْΨͺَ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ω…ΩŽΨ¬Ω’Ψ²ΩΩŠΩŒΩ‘ Ψ¨ΩΩ‡ΩΨŒ Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ: يَا Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―Ω شَرَفُ الْمُ؀ْمِنِ Ω‚ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘ΩŠΩ’Ω„Ω ΩˆΩŽΨΉΩΨ²ΩΩ‘Ω‡Ω Ψ§Ψ³Ω’ΨͺΩΨΊΩ’Ω†ΩŽΨ§Ψ€ΩΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ§Ψ³Ω

Artinya: "Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata (kepada beliau): "Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat", Lalu dia berkata lagi: "Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath).

2. Beritikaf di Masjid

Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Rasulullah SAW rutin melakukan iktikaf, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Namun, semangat iktikaf juga bisa mulai dilakukan sejak pertengahan Ramadan, termasuk saat malam Nuzulul Quran.

Berikut niat iktikaf:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΨΉΩ’ΨͺΩŽΩƒΩΩΩŽ فِي Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω للهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu an a'takifa fī hādzal masjidi lillāhi ta'ālā.
Artinya: Aku berniat iktikaf di masjid ini karena Allah Ta'ala.

3. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Dzikir dan doa juga menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Dengan memperbanyak dzikir, seorang Muslim dapat menenangkan hati sekaligus memperkuat keimanannya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Ankabut ayat 45:

Ψ§ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΩ„Ω°ΩˆΨ©ΩŽ ΨͺΩŽΩ†Ω’Ω‡Ω°Ω‰ ΨΉΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ω’ΩΩŽΨ­Ω’Ψ΄ΩŽΨ§Ϋ€Ψ‘Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩΩ†Ω’ΩƒΩŽΨ±ΩΫ— ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ°ΩΩƒΩ’Ψ±Ω اللّٰهِ Ψ§ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±ΩΫ— ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω„Ω‘Ω°Ω‡Ω ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…Ω Ω…ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΨ΅Ω’Ω†ΩŽΨΉΩΩˆΩ’Ω†ΩŽ

Artinya:
"Sesungguhnya mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar keutamaannya. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads