Badan Pengawas Nuklir PBB menegaskan belum ada bukti Iran membangun senjata nuklir. Pernyataan Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB bahwa para inspektur belum menemukan bukti Iran secara terkoordinasi membangun senjata nuklir ini membantah klaim Israel dan Amerika Serikat (AS) tentang pengembangan senjata nuklir Iran.
Sebagaimana dilansir dari detikNews mengutip Al-Jazeera, Selasa (3/3), Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi menyatakan kepada NBC News bahwa badan itu belum mengidentifikasi 'unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir' di Iran.
Pada saat yang sama, Grossi juga menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen, tingkat yang jauh melampaui kebutuhan energi sipil. Grossi mengatakan pengayaan semacam itu adalah sesuatu yang 'hanya dimiliki oleh negara-negara dengan senjata nuklir'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menekankan para inspektur tidak dapat menyimpulkan bahwa Iran bermaksud untuk membangun bom. Tetapi, katanya, penimbunan itu menimbulkan pertanyaan serius. Pengayaan ini menurutnya adalah 'sumber kekhawatiran yang kami miliki dan tidak ada tujuan yang jelas' untuk mengakumulasi material pada tingkat tersebut.
"Sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material itu," katanya sambil menambahkan bahwa secara teori hal itu akan 'cukup untuk menghasilkan lebih dari 10 hulu ledak nuklir'.
"Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak," ujarnya.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei bersama komandan militer senior.
Iran bersumpah membalas AS dan Israel. Iran kemudian meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara Asia Barat seperti Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Iran juga meluncurkan serangan ke Israel. Selain Iran, kelompok yang selama ini didukung Iran seperti Hizbullah juga meluncurkan serangan ke Israel.
Baca selengkapnya di sini.
(auh/dpe)











































