Gerhana Bulan Total selalu jadi fenomena langit yang ditunggu-tunggu. Saat puncaknya, Bulan akan terlihat berwarna merah tembaga. Lalu, sebenarnya kenapa terjadi gerhana Bulan total?
Dilansir dari laman BMKG, Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyampaikan bahwa gerhana bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama.
Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. Ketika Bulan masuk sepenuhnya ke bayangan inti (umbra) Bumi, terjadilah Gerhana Bulan Total.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Gerhana Bulan Total?
Gerhana Bulan Total adalah peristiwa astronomi yang terjadi akibat pergerakan dinamis antara Matahari, Bumi, dan Bulan. Peristiwa ini hanya bisa terjadi saat fase bulan purnama. Saat kondisi langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah pada puncak gerhana. Inilah yang sering disebut sebagai Blood Moon.
Kenapa Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana
Mengutip laman resmi BMKG, warna merah pada Bulan bukan karena Bulan berubah warna melainkan akibat fenomena ilmiah bernama hamburan Rayleigh. Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi.
Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.
Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berdasarkan data BMKG, total durasi gerhana dari awal hingga akhir berlangsung selama hingga lima jam. Berikut durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026.
- 5 jam 41 menit 51 detik (keseluruhan fase)
- 3 jam 27 menit 47 detik (fase sebagian/parsial)
- 59 menit 27 detik (fase totalitas)
Fase totalitas adalah momen ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi.
Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia
Dilansir dari detikEdu, fenomena Gerhana Bulan Total dapat disaksikan mulai sore hingga malam hari. Berikut jadwal lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 mulai fase awal hingga akhir.
Fase Awal
- Gerhana penumbra mulai:
15.42.44 WIB/16.42.44 WITA/17.42.44 WIT - Gerhana sebagian mulai:
16.49.46 WIB/17.49.46 WITA/18.49.46 WIT
Fase Totalitas
- Gerhana total mulai:
18.03.56 WIB/19.03.56 WITA/20.03.56 WIT - Puncak gerhana:
18.33.39 WIB/19.33.39 WITA/20.33.39 WIT - Gerhana total berakhir:
19.03.23 WIB/20.03.23 WITA/21.03.23 WIT
Fase Akhir
- Gerhana sebagian berakhir:
20.17.33 WIB/21.17.33 WITA/22.17.33 WIT - Gerhana penumbra berakhir:
21.24.35 WIB/22.24.35 WITA/23.24.35 WIT
Wilayah Mana yang Paling Jelas Melihat Gerhana?
Mengutip laman resmi BMKG, wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih baik karena dapat menyaksikan fase awal gerhana saat Bulan terbit.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian Barat, Bulan biasanya sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak saat terlihat setelah terbit.
Agar bisa melihat gerhana dengan jelas, disarankan mencari lokasi minim polusi cahaya, menghadap ke arah terbit Bulan, dan memastikan kondisi langit cerah
Fakta Menarik Tentang Gerhana di Tahun 2026
Pada tahun 2026 diprediksi akan terjadi empat kali gerhana, terdiri dari dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.
Secara astronomis, fenomena ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Gerhana serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan kembali terjadi pada 13 Maret 2044.
Jangan lewatkan momen langka ini pada 3 Maret 2026. Catat jadwalnya dan cari lokasi terbaik ya detikers.
(hil/irb)











































