Hujan Deras Bikin Kawasan Soekarno-Hatta Malang Banjir hingga 80 Cm

Hujan Deras Bikin Kawasan Soekarno-Hatta Malang Banjir hingga 80 Cm

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 20:35 WIB
Genangan banjir di kawasan Soekarno-Hatta, Kota Malang diunggah di media sosial
Genangan banjir di kawasan Soekarno-Hatta, Kota Malang diunggah di media sosial. (Foto: Istimewa)
Malang -

Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Senin (02/03/2026) sore, menyebabkan sejumlah titik terendam banjir. Kawasan pusat pendidikan dan bisnis, Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai puluhan sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adi Nugraha mengatakan, bahwa luapan air mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, karena hujan dengan intensitas tinggi.

Menurut Surya, penyebab utama banjir adalah ketidakmampuan saluran drainase menampung lonjakan debit air akibat hujan lebat yang berlangsung cukup lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hujan sore tadi memicu peningkatan debit air yang sangat cepat. Karena kapasitas drainase tidak mencukupi, air meluap ke badan jalan dan permukiman warga," ujar Surya saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

Surya menyebut, berdasarkan pantauan Pusdalops BPBD Kota Malang, terdapat tiga lokasi utama di Kecamatan Lowokwaru yang mengalami genangan signifikan.

Yaitu di wilayah Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru Lokasi tersebut menjadi titik krusial yang mengakibatkan arus lalu lintas sempat merambat.

Titik banjir kedua adalah kawasan Jalan Ikan Tombro di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. Genangan air menghambat akses warga di kawasan tersebut.

Terakhir adalah kawasan Jalan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kscamatan Lowokwaru, dengan ketinggian air dilaporkan bervariasi, dengan titik terdalam mencapai kurang lebih 80 centimeter.

Meski genangan air sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dan merendam beberapa bangunan warga, BPBD memastikan tidak ada korban maupun kerugian material yang signifikan.

Surya menambahkan, banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada pukul 19.00 WIB dan dinyatakan surut total pada pukul 19.30 WIB.

"Situasi di lokasi saat ini terpantau aman dan terkendali, meski aspal jalanan masih menyisakan sisa-sisa material pasca-banji," imbuhnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, BPBD Kota Malang merekomendasikan beberapa poin penting untuk mencegah kejadian serupa, di antaranya pembersihan saluran drainase dari sedimen dan sampah secara berkala.

Penguatan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) di tingkat RT/RW dan mengusulkan pembangunan Rain Storage Infiltration Facility (RSIF) atau embung di kawasan rawan genangan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan," tutup Surya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads