Jalan di Ngantang Malang Amblas 12 Meter, Mobil Dilarang Melintas

Jalan di Ngantang Malang Amblas 12 Meter, Mobil Dilarang Melintas

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 19:50 WIB
Jalan penghubung antar-dusun di Desa Jombok Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang amblas
Jalan penghubung antar-dusun di Desa Jombok Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang amblas (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Jalan penghubung antar-dusun di Desa Jombok Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dilaporkan amblas dengan kedalaman mencapai belasan meter. Peristiwa ini memaksa kendaraan roda empat untuk putar balik demi keamanan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, gejala kerusakan jalan sebenarnya sudah mulai terlihat dari munculnya retakan pada badan jalan dan jembatan yang menghubungkan Dusun Ngembul dan Dusun Bulurejo.

Puncaknya terjadi sore tadi, struktur tanah yang labil memicu terjadinya longsor yang menggerus badan jalan dengan dimensi lebar jalan amblas 5 meter, panjang kurang lebih 20 meter, dengan kedalaman 12 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Dampak paling signifikan terasa pada arus lalu lintas. "Saat ini, jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua secara bergantian," kata Sadono kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Sadono menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang yang mempunyai wewenang terhadap ruas jalan tersebut.

Karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi distribusi ekonomi dan aktivitas sosial warga antar-dusun.

Diharapkan pihak Dinas Bina Marga dapat segera melakukan peninjauan teknis untuk langkah perbaikan permanen agar akses kendaraan roda empat dapat kembali normal.

Tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat. Beberapa langkah darurat yang diambil di antaranya pemberian pembatas jalan sementara di titik longsor.

Pemasangan rambu-rambu keselamatan bagi warga yang melintas, sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Jombok dan instansi terkait di Kecamatan Ngantang.

"Kondisi saat ini jalan hanya bisa dilalui motor. Kami mengimbau warga untuk sangat berhati-hati saat melintas, terutama saat cuaca hujan, karena potensi pergerakan tanah susulan masih mungkin terjadi," ungkap Sadono.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads