Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak pada sejumlah penerbangan internasional, termasuk perjalanan umrah. Di Jawa Timur, beberapa jemaah dilaporkan batal berangkat akibat situasi itu.
Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Jawa Timur, Mohammad Sufyan Arief mengatakan pihak travel umrah saat ini masih menunggu kepastian terkait keberangkatan menuju Arab Saudi.
"Bagi jemaah yang terdampak pembatalan, pihak travel masih menunggu perkembangan situasi ke depan," kata Arief kepada detikJatim, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, pembatalan penerbangan juga membawa konsekuensi, terutama terkait akomodasi selama di Arab Saudi. Ia menjelaskan, periode Ramadan merupakan musim ramai (high season) sehingga kebijakan hotel cukup ketat.
"Hotel di Arab Saudi tidak mempertimbangkan alasan pembatalan, karena saat ini memasuki bulan Ramadan yang merupakan high season. Artinya, kamar tetap dianggap terpakai atau tidak, pembayaran sudah lunas dan sulit untuk dikembalikan," jelasnya.
Meski menghadapi kendala itu, baik calon jemaah maupun pihak travel masih berharap keberangkatan tetap bisa dilakukan apabila situasi memungkinkan.
"Pada dasarnya, seluruh pihak, baik travel maupun jemaah, berharap tetap bisa berangkat ke Tanah Suci selama situasi memungkinkan," ujarnya.
Terkait respons jemaah setelah pembatalan umrah akibat konflik Iran dengan AS-Israel, Arief mengaku belum dapat memastikan secara rinci. Dia menilai situasi yang terjadi menjadi tantangan yang sangat berat.
"Namun, kondisi ini tentu menjadi situasi yang berat, mengingat ibadah umrah telah direncanakan sejak jauh hari," pungkasnya.
