Kedermawanan menjadi salah satu sifat paling menonjol yang ditunjukkan Rasulullah SAW selama Bulan Suci Ramadan. Sikap itu bukan hanya tampak dalam kebiasaan bersedekah tetapi juga menjadi teladan utama yang diikuti para sahabat nabi dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan.
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ar Raudhoh Surabaya, Habib Muhammad Assegaf menyampaikan bahwa Rasulullah SAW selalu menghiasi Ramadan dengan ibadah. Salah satunya dengan sifat kepedulian sosial yang tinggi.
"Yang paling menonjol dari Rasulullah saat Ramadan adalah sifat kedermawanannya. Sampai-sampai dikatakan kedermawanan beliau lebih luas dan merata daripada embusan angin," ujar Habib Muhammad, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia sampaikan bahwa teladan itu sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidina Abdullah bin Abbas Radhiallahu 'anhuma dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ... فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya:
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika bertemu Jibril. Maka kedermawanan Rasulullah lebih luas dan cepat daripada angin yang berhembus."
Kedermawanan Rasulullah SAW dilakukan tanpa tebang pilih sebagai bentuk pemuliaan terhadap bulan Ramadan dan menjadi teladan bagi para sahabat.
"Rasulullah adalah manusia paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin tampak di bulan Ramadan ketika bertemu Malaikat Jibril," kata Habib Muhammad.
"Rasulullah tidak memilih-milih dalam berbagi. Inilah cara beliau memuliakan Ramadan, dan sikap ini kemudian diikuti oleh para sahabat," lanjutnya.
Habib Muhammad juga menceritakan kisah Sayyidina Umar bin Khattab dan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq yang berlomba-lomba dalam bersedekah di hadapan Rasulullah SAW. Kedua sahabat itu bersaing dalam kebaikan.
"Sayyidina Umar menyedekahkan setengah hartanya, sementara Sayyidina Abu Bakar menyedekahkan seluruh hartanya. Dari sini kita belajar tentang semangat berlomba-lomba dalam kebaikan," katanya.
Dia mengajak umat Islam untuk meneladani sikap itu dengan cara meningkatkan kepedulian sosial selama Ramadan.
"Sisakan makanan kita dan rezeki kita untuk fakir miskin. Kalau kita makan enak, pikirkan mereka juga bisa merasakannya. Itulah cara kita mengikuti Rasulullah," pungkasnya.
(auh/dpe)











































