Gubernur Khofifah Bertemu Sherly Tjoanda di Grahadi, Ini yang Dibahas

Gubernur Khofifah Bertemu Sherly Tjoanda di Grahadi, Ini yang Dibahas

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 27 Feb 2026 12:18 WIB
Khofifah Bertemu Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Ini yang Dibahas
Gubernur Jatim Khofifah Bertemu Gubernur Malut Sherly Tjoanda/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pertemuan keduanya membahas banyak hal mulai bahan pokok hingga pertanian.

"Terima kasih atas kunjungan Bu Sherly bersama tim Pemprov Malut. Kita melakukan lanjutan sebetulnya, lanjutan diskusi mulai dari retreat saya se-tenda dengan beliau (Sherly). Setelah itu, misi dagang pertama dari Jawa Timur ini adalah ke Maluku Utara dan waktu itu ditandatangani MoU antardinas dan saat ini ini beliau melakukan kunjungan untuk bisa menindaklanjuti dari beberapa rencana kerja sama terutama peningkatan kualitas SDM di masing-masing provinsi ini," kata Khofifah, Jumat (28/2/2026).

Khofifah mengungkap pembicaraannya dengan Sherly, salah satunya soal harga ongkos kirim berbagai produk dari Jatim ke Malut yang dirasa masih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerja sama ekonomi tentu yang tadi dibahas antara lain bahwa kapal-kapal dari Jawa Timur ini seringkali membawa barang ke sana tapi kembalinya seringkali kurang dan pelaku usaha shipping line di sini juga pernah mendiskusikan itu," katanya.

ADVERTISEMENT

"Mereka bahkan menyampaikan ke saya kalau ada barang di mana saya yang akan jemput, kira-kira seperti itu. Ternyata itu memang juga kebutuhan dari Maluku Utara. Bagaimana produk-produk mereka itu bisa menemukan pasar lebih luas lagi dengan transportasi yang lebih terkoneksi terutama dengan tol laut sekarang ini," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Malut Sherly Tjoanda berharap, biaya logistik barang dari Jatim ke Malut bisa menurun. Salah satu caranya yakni para armada logistik bisa membawa muatan penuh baik dari Jatim ke Malut, maupun saat kembali dari Malut ke Jatim.

"Oleh karena itu kita mencari solusi bagaimana supply chain-nya lebih baik, perginya penuh baliknya penuh. Harapannya bisa menurunkan biaya logistik dan harga jual di Maluku Utara untuk barang-barang yang kita ambil di Jatim," tandas Sherly.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads