Wali Murid di Pasuruan Keluhkan Menu MBG Ramadan: Lebih Baik Dihentikan

Wali Murid di Pasuruan Keluhkan Menu MBG Ramadan: Lebih Baik Dihentikan

Muhajir Arifin - detikJatim
Kamis, 26 Feb 2026 21:40 WIB
MBG di Pasuruan yang dikeluhkan wali murid
MBG di Pasuruan yang dikeluhkan wali murid (Foto: Istimewa)
Pasuruan -

Menu MBG Ramadan di Pasuruan yang Dianggpa Tak Layak Dikeluhkan Wali Murid: Kalau Begini Terus Lebih Sekolah Menolak

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pasuruan selama Ramadan dikeluhkan para wali murid. Menu kering yang diterima para siswa dinilai jauh dari kelaikan dan bergizi.

Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu makanan kering yang dinilai jauh dari standar gizi dan pengemasan layak. Mulai buah hampir layu, tanpa susu, buah yang diterima rasa asam dan banyak lagi keluhan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masa anak SD dikasih bakpao atos, telur puyuh dua butir nyel, dan salak. Kira-kira nilai gizinya di mana?" ujar Ida, salah satu orangtua siswa di SDN Kebonagung Kota Pasuruan, Kamis (26/2/2026).

Sama dengan yang terjadi di SDN Pekuncen, Kota Pasuruan. Hari ini para siswa mendapatkan jambu biji, tempe mentah, dan sejenis pentol goreng.

ADVERTISEMENT

"Iki yaopo tambah nggak karu-karuan MBG-ne," ucap Rohanah salah seorang wali murid.

M Anas, yang juga wali murid SDN Pekuncen membenarkan bahwa hari ini menu MBG yang diterima anaknya hanya jambu biji, tempe mentah, dan sejenis pentol goreng. Dua hari sebelumnya, hanya mendapatkan ubi tumbuk, mayonais kemasan plastik kecil dan satu salak.

"Kalau terus-terusan seperti ini lebih baik sekolah menolak MBG," tegasnya.

Menu yang dirasa tidak pantas diberikan juga terjadi di Kabupaten Pasuruan. Sejumlah wali murid di SMA-SMA negeri mengeluhkan menu garingan MBG yang disebut lebih mirip menu acara tahlilan.

"Daripada muspro memberikan anak-anak kami menu yang mirip berkatan begini. Lebih baik dihentikan sajalah," ungkap Khofifa seorang wali murid SMA di Kabupaten Pasuruan.

Bahkan menurut Khofifa, pada hari sebelumnya anaknya menerima kacang dalam kemasan plastik klip. "Secara logika apa itu dinilai bergizi oleh negara?" tegasnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads