Fenomena astronomi menarik siap menghiasi langit pekan terakhir Februari hingga awal Maret 2026. Sejumlah peristiwa langit yang jarang terjadi menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan.
Mulai dari penampakan planet hingga gerhana bulan total. Sebelumnya pada Selasa 17 Februari 2026, telah terjadi Gerhana Matahari Cincin.
Melansir dari laman National Geographic, fenomena tersebut terjadi ketika posisi bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga terlihat seperti menutup sebagian atau keseluruhan cahaya matahari jika dilihat dari bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika detikers terlewat menyaksikannya, tak perlu khawatir. Sebab, masih ada dua fenomena astronomi lain yang akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Fenomena Astronomi Akhir Februari-Awal Maret 2026
Mengutip dari detikEdu, terdapat dua fenomena astronomi yang terjadi pada akhir Februari dan awal Maret 2026. Jangan lewatkan dan catat tanggalnya, ya detikers!
1. 5-6 Planet Sejajar di Langit
Fenomena parade enam planet ini akan terjadi pada Sabtu 28 Februari 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling dinanti di langit akhir bulan ini.
Dari sudut pandang Bumi, Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus akan tampak berada dalam satu area langit setelah Matahari terbenam.
Pemandangan ini bisa disaksikan sesaat setelah senja di arah barat hingga selatan. Empat dari keenam planet, yaitu Merkurius, Venus, Saturnus, dan Jupiter akan cukup terang untuk dilihat langsung dengan mata telanjang selama kondisi cuaca cerah.
Sementara itu, Uranus dan Neptunus yang lebih redup akan memerlukan teropong atau teleskop agar dapat terlihat dengan jelas.
Parade enam planet juga akan terjadi lagi pada 25-26 Desember 2026. Namun, hanya lima planet yang terlihat, yaitu Mars, Jupiter, Uranus, Saturnus, dan Neptunus.
2. Gerhana Bulan Total (Blood Moon)
Gerhana Bulan Total atau Blood Moon terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan tampak kemerahan atau oranye.
Fenomena ini akan terjadi pada Selasa dini hari 3 Maret 2026, dengan fase total berlangsung sekitar 58 menit dan keseluruhan gerhana sekitar 5 jam 39 menit.
Gerhana ini bisa disaksikan dari Asia, Australia, kawasan Pasifik, dan sebagian Amerika Utara. Pengamatan tidak memerlukan alat khusus, cukup menatap Bulan saat malam hari ketika gerhana berlangsung.
(hil/irb)











































