Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam dan dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Karena ibadah ini hanya ada di bulan suci Ramadhan, Tarawih memiliki banyak keutamaan, sehingga sangat disayangkan jika ditinggalkan begitu saja.
Setelah melaksanakan sholat Tarawih, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut berisi permohonan agar senantiasa diberi kemudahan dan kekuatan dalam menjalankan perintah-Nya, serta dijauhkan dari segala larangan-Nya.
Salah satu doa yang lazim dibaca para ulama di Indonesia adalah doa Kamilin, yang bermakna doa bagi orang-orang yang sempurna imannya. Lantas, bagaimana bacaan doa Kamilin? Simak artikel ini sampai selesai, ya detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Sholat Tarawih |
Anjuran Sholat Tarawih
Sebelum beranjak ke bacaan setelah sholat Tarawih, perlu diketahui bahwa ibadah ini dapat dilaksanakan secara berjemaah maupun sendirian. Melansir MUI Digital, dalam mazhab Syafi'i disebutkan jumlah rakaat sholat Tarawih adalah 20 rakaat. Salah satu ulama yang menjelaskan hal ini adalah Imam an-Nawawi sebagai berikut.
فَرْعٌ: فِي مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِي عَدَدِ رَكَعَاتِ التَّرَاوِيحِ: مَذْهَبُنَا أَنَّهَا عِشْرُونَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيمَاتٍ غَيْرَ الْوِتْرِ وَذَلِكَ خَمْسُ تَرْوِيحَاتٍ وَالتَّرْوِيحَةُ أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِيمَتَيْنِ هَذَا مَذْهَبُنَا وَبِهِ قَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَأَصْحَابُهُ وَأَحْمَدُ وَدَاوُد وَغَيْرُهُمْ وَنَقَلَهُ الْقَاضِي عِيَاضٌ عَنْ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ
Artinya: Cabang pembahasan: mengenai pendapat para ulama tentang jumlah rakaat shalat tarawih. Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa shalat tarawih berjumlah dua puluh rakaat dengan sepuluh kali salam, tidak termasuk witir. Jumlah tersebut terdiri dari lima tarwihah, dan setiap satu tarwihah empat rakaat dengan dua kali salam. Inilah mazhab kami, dan pendapat ini juga dipegang oleh Imam Abu Hanifah beserta para pengikutnya, Imam Ahmad, Dawud, dan lainnya. Pendapat ini juga dinukil oleh Al-Qadhi 'Iyadh sebagai pendapat mayoritas ulama." (Al-Majmu' Syarh al-Muhadzab [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 4, h. 32)
Sementara itu, sebagian ulama mazhab Hanafi juga berpendapat bahwa sholat Tarawih dianjurkan sebanyak 20 rakaat. Namun, melaksanakan 8 rakaat sudah dianggap cukup untuk memenuhi kesunahannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam al-Kamal Ibnu al-Humam dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut.
... أَنَّ قِيَامَ رَمَضَانَ سُنَّةٌ إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً بِالْوِتْرِ فِي جَمَاعَةٍ فَعَلَهُ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ تَرَكَهُ لِعُذْرٍ... فَتَكُونُ الْعِشْرُونَ مُسْتَحَبًّا وَذَلِكَ الْقَدْرُ مِنْهَا هُوَ السُّنَّةُ كَالْأَرْبَعِ بَعْدَ الْعِشَاءِ مُسْتَحَبَّةٌ وَرَكْعَتَانِ مِنْهَا هِيَ السُّنَّةُ. وَظَاهِرُ كَلَامِ الْمَشَايِخِ أَنَّ السُّنَّةَ عِشْرُونَ، وَمُقْتَضَى الدَّلِيلِ مَا قُلْنَا
Artinya: ... Bahwa shalat sunah malam Ramadhan (Tarawih) sebanyak sebelas rakaat termasuk Witir, yang dilakukan secara berjamaah, pernah dikerjakan oleh Nabi SAW, kemudian beliau meninggalkannya karena suatu uzur. ... Maka pelaksanaan 20 rakaat termasuk amalan yang dianjurkan (mustahab), sedangkan kadar yang menjadi sunah darinya adalah sebagaimana (dianalogikan, red.) bahwa empat rakaat setelah shalat Isya' itu dianjurkan (mustahab), namun dua rakaat di antaranya merupakan sunah. Dan tampak dari pernyataan para masyayikh bahwa sunahnya adalah dua puluh rakaat, sedangkan tuntutan dalil menunjukkan sebagaimana yang telah kami jelaskan (yakni 8 rakaat itu sudah sesuai yang disunahkan). (Fathul Qadir, [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 468)
Mengapa Penting Membaca Doa Kamilin Sholat Tarawih?
Sebutan "kamilin" diambil dari kalimat pembuka doa tersebut, yang berisi permohonan agar terbentuk pribadi-pribadi yang sempurna dalam keimanan. Kandungan doa ini sangat lengkap, mencakup urusan dunia dan akhirat, baik dalam keadaan nikmat maupun sulit.
Di dalamnya juga terdapat permohonan keberkahan malam yang mulia, agar amal ibadah diterima, serta berbagai harapan kebaikan lainnya. Karena itu, doa Kamilin sangat tepat dibaca selama bulan Ramadhan, khususnya setelah sholat Tarawih.
MUI juga menyebutkan bahwa doa yang hampir selalu dibaca ini tercantum dalam berbagai kitab doa karya ulama Nusantara. Salah satunya adalah kitab "Silah al-Mujarrab" karya Almaghfurlah KH Maftuh Basthul Birri, pendiri Pondok Pesantren Murottilil Qur'an Lirboyo Kediri.
Doa ini juga terdapat dalam kitab "Majmu'ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu'iyyah", yaitu kumpulan doa yang disusun oleh pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kabupaten Tuban, Almaghfurlah KH Abdullah Faqih.
Dalam kitab tersebut dijelaskan doa-doa itu merupakan hasil ijazah dari sejumlah ulama, antara lain Kiai Abdul Hadi (Langitan), Kiai Ma'shum (Lasem), Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, dan Syekh Yasin bin Isa Al-Fadani. KH Abdullah Faqih juga memberikan restu kepada siapa saja yang mengamalkan doa-doa tersebut (ijazah munawalah).
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Arab Latin: Allahumma ij'alnaa bil-iimaan kaamiliin, walil-faraa'idh mu-addiin, walish-shalaati haafidziin, waliz-zakaati faa'iliin, walimaa 'indaka thaalibiin, wali 'afwika raajiin, wabil-hudaa mutamassikiin, wa 'anil-laghwi mu'ridhiin, wa fid-dunyaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin, wabil-qadhaa'i raadhiin, walin-na'maa'i syaakiriin, wa 'alal-balaa'i shaabiriin, wa tahta liwaa'i Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam yaumal qiyaamati saairiin, wa 'alal haudhi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minan naari naajiin, wa 'alaa sariiril karaamati qaa'idiin, wa bihuurin 'iin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin, wa min tha'aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribiin, bi akwaabin wa abaariqa wa ka'sin mim ma'iinin ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyin wash-shiddiqiin wash-syuhadaa'i wash-shaalihiin, wa hasuna ulaa'ika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaah, wa kafaa billaahi 'aliimaa. Allahumma ij'alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifatil mubaarakah minas su'adaa'il maqbuuliin, wa laa taj'alnaa minal asyqiyaail marduudiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma'iin, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil 'aalamiin.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, menunaikan kewajiban-kewajiban, menjaga shalat, menunaikan zakat, mencari sesuatu yang ada di sisi-Mu, mengharapkan ampunan-Mu, berpegang teguh pada petunjuk-Mu, berpaling dari perkara yang sia-sia, zuhud terhadap dunia, senang terhadap akhirat, ridho dengan ketetapan-Mu, bersyukur atas nikmat-Mu, bersabar menghadapi cobaan, berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari Kiamat, mengunjungi telaga (Kautsar), masuk ke dalam surga, selamat dari neraka, duduk di atas ranjang kemuliaan, menikahi bidadari, mengenakan sutera tebal dan tipis yang indah, menikmati makanan surga, minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cerek, dan piala yang berasal dari mata air surga, bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Mereka itulah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang berbahagia dan diterima amalnya. Janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang sengsara dan ditolak amalnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Demikianlah bacaan doa Kamilin yang dapat diamalkan setelah melaksanakan sholat Tarawih. Semoga kita semua dapat mengamalkan doa ini sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memperoleh keberkahan dan keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat.
(irb/irb)











































