Bulog Banyuwangi Pastikan Stok Beras Aman Saat Ramadan

Bulog Banyuwangi Pastikan Stok Beras Aman Saat Ramadan

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 21:30 WIB
Cadangan beras di gudang Bulog Kalipuro Banyuwangi
Cadangan beras di gudang Bulog Kalipuro Banyuwangi. (Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyuwangi memastikan ketersediaan beras aman selama Ramadhan. Bahkan, cadangan beras Bulog yang tersimpan di sejumlah gudang di Banyuwangi saat ini dapat memenuhi kebutuhan beras Banyuwangi dan Indonesia Timur hingga akhir tahun.

Hal ini disampaikan Wakil pemimpin cabang Bulog Banyuwangi Krishnayuda Tri Pamungkas saat menggelar inspeksi mendadak bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas pangan Banyuwangi di pasar tradisional Banyuwangi Senin (23/2/2026) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krishna menyebut, ketersediaan beras Bulog saat ini mencapai 100.000 ton dengan harga yang masih stabil di tingkat pasar. Di mana harga beras premium berada di angka eceran tertinggi sebesar Rp 14.900 per kilogram dan beras medium di harga Rp 13.500 per kilogram sementara beras Sentra Pemgadaan dan Harga Pangan (SPHP) di harga Rp 12.500 per kilogram.

"Ketersediaan beras di Bulog aman, hampir 100 ribu ton," jelas Krishna.

ADVERTISEMENT

Hingga Februari ini, Bulog Banyuwangi telah menyerap 10.000 ton beras dari petani di Banyuwangi dengan target serapan mencapai 70.000 ton. Serapan dalam bentuk gabah dan beras di mana ketentuan harga serapan untuk gambang Rp 6.500 per kilogram dan beras Rp 12.000 per kilogram.

"Serapan kami sudah 10.000 ton diharapkan Maret dan April nanti lebih optimal," tambahnya.

Jumlah serapan beras di Banyuwangi oleh Bulog tersebut tidak hanya didistribusikan untuk Kabupaten Banyuwangi, melainkan untuk menunjang kebutuhan pangan di sejumlah wilayah di Indonesia Timur. Di antaranya Papua, NTT, NTB dan Bali tanpa dukungan beras impor.

"Bulog Banyuwangi juga mendistribusikan beras ke wilayah timur seperti NTT, Papua, NTB, Bali juga. Selama satu tahun ini ketersediaan mencukupi tanpa beras impor sebagaimana Bulog telah mempertahankan target swasembada tahun 2025, tahun 2026 juga akan swasembada," beber Krishna.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads