Banyaknya jalan berlubang hingga menyebabkan kecelakaan bagi pemotor di Kota Malang menuai sorotan. Warga meminta tanggung jawab Pemkot Malang yang dianggap setengah hati.
Shobirin (45), salah satu warga mengaku telah melihat banyaknya pengendara motor terjatuh akibat jalan berlubang di Jalan Raya Langsep, Kota Malang.
Tapi perbaikan baru kemudian dilakukan setelah adanya kecelakaan akibat jalan berlubang di lokasi tersebut pada Minggu (22/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin malam saya liat ada yang jatuh kayaknya. Tapi ini sudah ditambal. Mungkin kemarin malam langsung ditambal," kata Shobirin ditemui wartawan, Senin (23/2/2026).
Menurut Shobirin, kawasan Jalan Raya Langsep disebut sering mengakibatkan pengendara terjatuh, karena adanya jalan berlubang.
Kejadian itu lebih sering lagi terjadi pada malam hari. Karena minimnya lampu penerangan jalan, adanya jalan yang berlubang kerap memakan korban.
"Sering di sini (Raya Langsep) ada jalan berlubang.Walaupun sudah ditambal, kadang beberapa bulan gitu berlubang lagi, makanya banyak korban," katanya.
Ia pun melihat bahwa perbaikan ini hanya setengah-setengah atau kurang serius. Terbukti perbaikan tidak dapat bertahan lama, karena jalan yang sama kembali rusak atau berlubang.
"Harusnya pemerintah tanggung jawab. Lah ini ditambal, nanti lubang lagi. Kayak setengah-setengah," keluhnya.
Seperti halnya disampaikan Shobirin, warga lain di kawasan Jalan Rajasa atau sekitaran Pasar Gadang, Rusdi mengaku cukup khawatir dengan adanya lubang di tengah jalan.
Baca juga: Kata Pakar Soal Penyebab Banjir di Malang |
Apalagi, warga seringkali melihat ada beberapa jalan berlubang yang cukup membahayakan bagi pengendara.
"Bahaya Mas, kalau pengendara gak hati-hati ya bisa jatuh. Ada yang lubangnya cukup dalam," ungkap Rusdi terpisah.
Sementara Eko (50), pengendara lain yang melintas di kawasan jembatan Brantas juga menginginkan pihak Pemkot Malang bisa bergerak cepat dan memetakan jalan berlubang untuk diperbaiki.
"Harusnya semua diperbaiki. Jangan setengah-tengah begitu," pungkas Eko.
(auh/hil)
