SKB Lalu Lintas Mudik 2026 dan Aturan Angkutan Barang

SKB Lalu Lintas Mudik 2026 dan Aturan Angkutan Barang

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Tol Cipali
Ilustrasi Jalan Tol Jawa. Foto: dok PTPP
Surabaya -

Pemerintah resmi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas Jalan dan Penyeberangan Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.

Kebijakan ini disusun Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengurai kepadatan kendaraan, meningkatkan keselamatan, serta menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik.

Sistem Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan

Dilansir dari situs resmi Kementerian Perhubungan, beberapa rekayasa lalu lintas utama yang akan diberlakukan selama mudik dan arus balik Lebaran 2026 meliputi beberapa hal sebagai berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sistem One Way (Satu Arah)

  • Arus mudik: KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo. Berlaku 17 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20 Maret 2026 pukul 00.00.
  • Arus balik: KM 421 Tol Semarang-Solo hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Berlaku 23 Maret 2026 pukul 12.00-29 Maret 2026 pukul 00.00.

Saat one way arus mudik berlangsung, pintu masuk tol menuju arah Jakarta akan ditutup. Sementara itu, pada saat arus balik pintu gerbang tol menuju arah Semarang akan ditutup. Selanjutnya akan ada pembersihan jalur dan rest area sebelum pemberlakuan, serta normalisasi lalu lintas setelahnya.

Dijelaskan juga bahwa akan diberlakukan penutupan sementara akses jalan, pembersihan jalur, serta normalisasi lalu lintas selama masa rekayasa arus mudik dan balik.

ADVERTISEMENT

Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan jalur benar-benar steril sebelum sistem one way diterapkan dan lalu lintas bisa kembali normal setelahnya. Rincian jadwalnya sebagai berikut.

  • Penutupan jalan masuk dan pembersihan jalur (Arus Mudik): KM 421 Tol Semarang-Solo hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Diberlakukan pada 17 Maret 2026, pukul 10.00-12.00 waktu setempat.
  • Penutupan jalan masuk dan pembersihan jalur (Arus Balik): KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo, dilakukan pada 23 Maret 2026, di jam 10.00-12.00 waktu setempat.
  • Normalisasi dan pembukaan kembali akses jalan (Arus Mudik): KM 421 B hingga KM 70, dilakukan pada 21 Maret 2026, di jam 00.00-02.00 waktu setempat.
  • Normalisasi dan pembukaan kembali akses jalan (Arus Balik): KM 70 hingga KM 421, dilakukan pada 30 Maret 2026, di jam 00.00-02.00 waktu setempat.

2. Sistem Contra Flow (Lajur Pasang Surut)

  • Arus Mudik: Diterapkan di Tol Jakarta-Cikampek KM 47-70 dan Tol Jagorawi KM 21-8. Diberlakukan pada 7 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 00.00 WIB dan tanggal 21 Maret 2026 pukul 12.00-20.00 WIB serta 22 Maret 2026 pukul 09.00-18.00 WIB.
  • Arus Balik: Tol Jakarta-Cikampek, pada 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Sementara itu, diberlakukan pada Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00-19.00 WIB serta Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14.00-19.00 WIB di tol Jagorawi.

3. Sistem Ganjil Genap

Skema ini berlaku di Tol Karawang Barat KM 47 hingga Kalikangkung KM 414 dan Tol Tangerang-Merak KM 31-98.

  • Arus mudik: 17 Maret 2026 pukul 14.00-20 Maret 2026 pukul 00.00.
  • Arus balik: 23 Maret 2026 pukul 00.00-29 Maret 2026 pukul 00.00.

Beberapa kendaraan dikecualikan, seperti kendaraan presiden dan pejabat negara, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan dinas, angkutan umum, kendaraan disabilitas, dan kendaraan barang tertentu. Petugas kepolisian juga dapat menyesuaikan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Aturan Pembatasan Operasional Angkutan Barang

Dalam SKB yang sama, pemerintah juga mengatur pembatasan operasional angkutan barang guna menjaga kelancaran arus mudik.

  • Waktu pembatasan: 13 Maret 2026 pukul 12.00-29 Maret 2026 pukul 00.00.
  • Berlaku di jalan tol dan non-tol (arteri).

Jenis Kendaraan yang Dibatasi

  • Mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih
  • Kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan
  • Kendaraan pengangkut hasil galian, tambang, dan bahan bangunan

Distribusi barang masih diperbolehkan menggunakan kendaraan dua sumbu, kecuali untuk muatan tertentu seperti hasil galian dan material konstruksi.

Kendaraan yang Tetap Boleh Beroperasi

  • Pengangkut BBM/BBG
  • Hewan ternak
  • Pupuk
  • Bantuan bencana
  • Barang pokok penting

Syaratnya, kendaraan tidak melebihi muatan atau dimensi dan wajib membawa dokumen resmi yang ditempel di kaca depan.

Wilayah dan Ruas Jalan yang Terdampak Pembatasan

Pembatasan angkutan barang berlaku di banyak ruas strategis, termasuk tol dan jalan arteri di Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Rinciannya sebagai berikut.

Ruas Jalan Tol

  • Riau: Pekanbaru-Kandis-Dumai.
  • Jambi dan Sumatera Selatan: Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi (segmen Bayung Lencir-Tempino-Simpang Ness).
  • Lampung dan Sumatera Selatan: Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang.
  • DKI Jakarta-Banten: Jakarta-Tangerang-Merak.
  • DKI Jakarta:
    • Prof. DR Ir Soedijatmo
    • Jakarta Outer Ring Road I (JORR I)
  • Dalam Kota Jakarta:
    • Cawang-Tomang-Pluit
    • Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit
  • DKI Jakarta dan Jawa Barat:
    • Jakarta-Bogor-Ciawi
    • Ciawi-Cigombong-Cibadak
    • Bekasi-Cawang-Kampung Melayu
    • Jakarta-Cikampek
  • Jawa Barat:
    • Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Cileunyi
    • Cikampek-Palimanan-Kanci
    • Jakarta-Cikampek II Selatan segmen Sadang-Setu (Fungsional)
    • Cileunyi-Sumedang-Dawuan
    • Bogor Ring Road (BORR)
  • Jawa Barat-Jawa Tengah:
    • Kanci-Pejagan
  • Jawa Tengah dan DI Yogyakarta:
    • Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang
    • Krapyak-Jatingaleh (Semarang)
    • Jatingaleh-Srondol (Semarang)
    • Jatingaleh-Muktiharjo (Semarang)
    • Semarang-Solo-Ngawi
    • Semarang-Demak (seksi Sayung-Demak)
    • Yogyakarta-Solo-NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura-Klaten-Prambanan)
    • Yogyakarta-Solo-NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan-Purwomartani) (Fungsional)
    • Yogyakarta-Bawen (Seksi Ambarawa-Bawen) (Fungsional)
  • Jawa Timur:
    • Ngawi-Kertosono
    • Kertosono-Mojokerto
    • Mojokerto-Surabaya
    • Surabaya-Gempol
    • Gempol-Pandaan-Malang
    • Surabaya-Gresik
    • Gempol-Pasuruan-Probolinggo
    • Probolinggo-Banyuwangi (Seksi Gending-Kraksaan-SS Paiton-Besuki) (Fungsional)

Ruas Non Tol

  • Sumatera Utara:
    • Bts. Provinsi Aceh-Tanjung Pura-Stabat-Binjai-Medan-Lubuk Pakam-Sei Rampah
    • Sei Rampah-Tebing Tinggi-Lima Puluh-Kisaran-Aek Kanopan-Rantauprapat-Kota Pinang-Bts Riau
    • Medan-Berastagi
    • Pematang Siantar-Parapat-Simalungun-Porsea-Balige
  • Riau:
    • Bts. Sumatera Utara/Riau-Pekanbaru-Bts Riau/Jambi
    • Pekanbaru-Bangkinang-Bts. Riau/Sumatera Barat
  • Jambi danSumatera Barat:
    • Jambi-Tebo-Dharmasraya-Padang
    • Padang-Bukit Tinggi-Bts. Riau/Sumatera Barat
    • Bts. Riau/Jambi-Jambi-Bts. Jambi/Sumsel
  • Jambi-Sumatera Selatan-Lampung:
    • Bts. Jambi/Sumsel-Palembang-Bts. Sumsel/Lampung-Bujung Tenuk-Bandar Lampung-Bakauheni
    • Bts. Jambi/Sumsel-Palembang-Bts. Sumsel/Lampung-Bujung Tenuk-Sukadana-Bakauheni
  • DKI Jakarta-Banten:
    • Jakarta-Tangerang-Serang-Cilegon-Merak
  • Banten:
    • Merak-Cilegon-Lingkar Selatan Cilegon-Anyer-Labuhan
    • Jalan Raya Merdeka-Jalan Raya Gatot Subroto
    • Serang-Pandeglang-Labuhan
  • OKI Jakarta-Jawa Barat:
    • Jakarta-Bekasi-Cikampek-Pamanukan-Cirebon
  • Jawa Barat:
    • Bandung-Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar
    • Nagreg-Kadungora-Leles-Garut
    • Bandung-Sumedang-Majalengka-Cirebon
    • Bogor-Ciawi-Sukabumi-Cianjur-Cipatat-Bandung
    • Ciawi-Cisarua-Puncak-Cianjur
    • Padalarang-Gadog-Bangkong-Cimahi
    • Karawang-Subang-Indramayu-Cirebon
    • Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Jampang-Cianjur-Garut-Tasikmalaya-Pangandaran-Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat)
    • Subang-Lembang-Bandung
  • Jawa Barat-Jawa Tengah:
    • Cirebon-Brebes
  • Jawa Tengah:
    • Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Batang-Kendal-Semarang-Demak
    • Pejagan-Tegal-Purwokerto
    • Bawen-Magelang-Yogyakarta
    • Solo-Klaten-Yogyakarta
    • Semarang-Salatiga-Boyolali-Bawen-Magelang-Yogyakarta
  • Jawa Tengah-Jawa Timur:
    • Solo-Ngawi
  • Yogyakarta:
    • Yogyakarta-Wates
    • Yogyakarta-Sleman-Magelang
    • Yogyakarta-Wonosari
    • Jalur Jalan Lintas Selatan (jalan Daendels)
  • Jawa Timur:
    • Mantingan-Ngawi-Kertosono-Mojokerto-Surabaya-Gempol-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi
    • Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi
    • Pandaan-Malang
    • Madiun-Caruban-Jombang
    • Bulu-Lamongan-Gresik-Surabaya
  • Bali:
    • Denpasar-Gilimanuk
    • Nusa Dua-Denpasar
  • Kalimantan Tengah:
    • Palangka Raya-Pulang Pisau-Kapuas-Bts. Kalimantan Selatan
    • Palangka Raya-Sampit-Pangkalan Bun
    • Buntok-Palangka Raya
    • Tamiyang Layang-Bts. Kalimantan Selatan
    • Sei Hanyo-Kuala Kurun-Bawan-Bukit Liti-Palangka Raya


(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads