Surat Al-Waqi'ah Dibaca Setelah Sholat Subuh

Surat Al-Waqi'ah Dibaca Setelah Sholat Subuh

Irma Budiarti - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 03:00 WIB
 Berikut bacaan lengkap surat Al-Waqiah ayat 1-96 dalam tulisan Arab, Arab Latin, dan artinya. Serta keutamaannya jika dibaca setelah sholat Subuh!
Ilustrasi membaca Al-Qur'an setelah sholat Subuh. Foto: iStock
Surabaya -

Surat Al-Waqi'ah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki makna mendalam tentang kepastian hari kiamat dan pembagian manusia berdasarkan amal perbuatannya. Surat ke-56 ini kerap dibaca umat Islam, terutama pada malam hari dan setelah Subuh, karena mengandung pengingat tentang akhirat.

Dalam surat Al-Waqi'ah dijelaskan bagaimana dahsyatnya hari kiamat, gambaran kenikmatan surga bagi golongan kanan, dan orang-orang yang didekatkan kepada Allah, serta azab bagi golongan kiri. Berikut bacaan lengkap surat Al-Waqi'ah ayat 1-96 dalam tulisan Arab, Arab Latin, dan artinya.

Surat Al-Waqi'ah

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ ۝١

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Latin: idzâ waqa'atil-wâqi'ah
Artinya: Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi).

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌۘ ۝٢

ADVERTISEMENT

Arab Latin: laisa liwaq'atihâ kâdzibah
Artinya: tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ۝٣

Arab Latin: khâfidlatur râfi'ah
Artinya: (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ ۝٤

Arab Latin: idzâ rujjatil-ardlu rajjâ
Artinya: Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ ۝٥

Arab Latin: wa bussatil-jibâlu bassâ
Artinya: dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya.

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ ۝٦

Arab Latin: fa kânat habâ'am mumbatstsâ
Artinya: jadilah ia debu yang beterbangan.

وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةًۗ ۝٧

Arab Latin: wa kuntum azwâjan tsalâtsah
Artinya: Kamu menjadi tiga golongan.

فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ۝٨

Arab Latin: fa ash-ḫâbul-maimanati mâ ash-ḫâbul-maimanah
Artinya: yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ ۝٩

Arab Latin: wa ash-ḫâbul-masy'amati mâ ash-ḫâbul-masy'amah
Artinya: dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ ۝١٠

Arab Latin: was-sâbiqûnas-sâbiqûn
Artinya: Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ ۝١١

Arab Latin: ulâ'ikal-muqarrabûn
Artinya: Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ ۝١٢

Arab Latin: fî jannâtin-na'îm
Artinya: (Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ ۝١٣

Arab Latin: tsullatum minal-awwalîn
Artinya: (Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.

وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ۝١٤

Arab Latin: wa qalîlum minal-âkhirîn
Artinya: dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.

عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ ۝١٥

Arab Latin: 'alâ sururim maudlûnah
Artinya: (Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata.

مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ ۝١٦

Arab Latin: muttaki'îna 'alaihâ mutaqâbilîn
Artinya: seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ ۝١٧

Arab Latin: yathûfu 'alaihim wildânum mukhalladûn
Artinya: Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda.

بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ ۝١٨

Arab Latin: bi'akwâbiw wa abârîqa wa ka'sim mim ma'în
Artinya: dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.

لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ ۝١٩

Arab Latin: lâ yushadda'ûna 'an-hâ wa lâ yunzifûn
Artinya: Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ ۝٢٠

Arab Latin: wa fâkihatim mimmâ yatakhayyarûn
Artinya: (Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih.

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ ۝٢١

Arab Latin: wa laḫmi thairim mimmâ yasytahûn
Artinya: dan daging burung yang mereka sukai.

وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ ۝٢٢

Arab Latin: wa ḫûrun 'în
Artinya: Ada bidadari yang bermata indah.

كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ ۝٢٣

Arab Latin: ka'amtsâlil-lu'lu'il-maknûn
Artinya: laksana mutiara yang tersimpan dengan baik.

جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٢٤

Arab Latin: jazâ'am bimâ kânû ya'malûn
Artinya: sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ ۝٢

Arab Latin: lâ yasma'ûna fîhâ laghwaw wa lâ ta'tsîmâ
Artinya: Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa.

اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا ۝٢٦

Arab Latin: illâ qîlan salâman salâmâ
Artinya: kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, "Salam... salam".

وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ ۝٢٧

Arab Latin: wa ash-ḫâbul-yamîni mâ ash-ḫâbul-yamîn
Artinya: Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.

فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ ۝٢٨

Arab Latin: fî sidrim makhdlûd
Artinya: (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri.

وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ ۝٢٩

Arab Latin: wa thal-ḫim mandlûd
Artinya: pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun.

وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ ۝٣٠

Arab Latin: wa dhillim mamdûd
Artinya: naungan yang terbentang luas.

وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ ۝٣١

Arab Latin: wa mâ'im maskûb
Artinya: air yang tercurah.

وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ ۝٣٢

Arab Latin: wa fâkihating katsîrah
Artinya: buah-buahan yang banyak.

لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ ۝٣٣

Arab Latin: lâ maqthû'atiw wa lâ mamnû'ah
Artinya: yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya.

وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ ۝٣٤

Arab Latin: wa furusyim marfû'ah
Artinya: dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ ۝٣٥

Arab Latin: innâ ansya'nâhunna insyâ'â
Artinya: Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung.

فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ ۝٣٦

Arab Latin: fa ja'alnâhunna abkârâ
Artinya: lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan.

عُرُبًا اَتْرَابًاۙ ۝٣٧

Arab Latin: 'uruban atrâbâ
Artinya: yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya.

لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗࣖ ۝٣٨

Arab Latin: li'ash-ḫâbil-yamîn
Artinya: (diperuntukkan) bagi golongan kanan.

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ ۝٣٩

Arab Latin: tsullatum minal-awwalîn
Artinya: (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.

وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ۝٤٠

Arab Latin: wa tsullatum minal-âkhirîn
Artinya: dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ ۝٤١

Arab Latin: wa ash-ḫâbusy-syimâli mâ ash-ḫâbusy-syimâl
Artinya: Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ ۝٤٢

Arab Latin: fî samûmiw wa ḫamîm
Artinya: (Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih.

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ ۝٤٣

Arab Latin: wa dhillim miy yaḫmûm
Artinya: dan naungan asap hitam.

لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ ۝٤٤

Arab Latin: lâ bâridiw wa lâ karîm
Artinya: yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ ۝٤٥

Arab Latin: innahum kânû qabla dzâlika mutrafîn
Artinya: Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ ۝٤٦

Arab Latin: wa kânû yushirrûna 'alal-ḫintsil-'adhîm
Artinya: Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ ۝٤٧

Arab Latin: wa kânû yaqûlûna a idzâ mitnâ wa kunnâ turâbaw wa 'idhâman a innâ lamab'ûtsûn
Artinya: Mereka berkata, "Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ ۝٤٨

Arab Latin: a wa âbâ'unal-awwalûn
Artinya: Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ ۝٤٩

Arab Latin: qul innal-awwalîna wal-âkhirîn
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian.

لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۝٥٠

Arab Latin: lamajmû'ûna ilâ mîqâti yaumim ma'lûm
Artinya: benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ۝٥١

Arab Latin: tsumma innakum ayyuhadl-dlâllûnal-mukadzdzibûn
Artinya: Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta.

لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ۝٥٢

Arab Latin: la'âkilûna min syajarim min zaqqûm
Artinya: pasti akan memakan pohon zaqum.

فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ ۝٥٣

Arab Latin: fa mâli'ûna min-hal-buthûn
Artinya: Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.

فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ ۝٥٤

Arab Latin: fa syâribûna 'alaihi minal-ḫamîm
Artinya: Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ ۝٥٥

Arab Latin: fa syâribûna syurbal-hîm
Artinya: Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.

هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ ۝٥٦

Arab Latin: hâdzâ nuzuluhum yaumad-dîn
Artinya: Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.

نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ ۝٥٧

Arab Latin: naḫnu khalaqnâkum falau lâ tushaddiqûn
Artinya: Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ ۝٥٨

Arab Latin: a fa ra'aitum mâ tumnûn
Artinya: Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ ۝٥٩

Arab Latin: a antum takhluqûnahû am naḫnul-khâliqûn
Artinya: Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ ۝٦٠

Arab Latin: naḫnu qaddarnâ bainakumul-mauta wa mâ naḫnu bimasbûqîn
Artinya: Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah.

عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٦١

Arab Latin: 'alâ an nubaddila amtsâlakum wa nunsyi'akum fî mâ lâ ta'lamûn
Artinya: untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ ۝٦٢

Arab Latin: wa laqad 'alimtumun-nasy'atal-ûlâ falau lâ tadzakkarûn
Artinya: Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ ۝٦٣

Arab Latin: a fa ra'aitum mâ taḫrutsûn
Artinya: Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ ۝٦٤

Arab Latin: a antum tazra'ûnahû am naḫnuz-zâri'ûn
Artinya: Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?

لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ ۝٦٥

Arab Latin: lau nasyâ'u laja'alnâhu huthâman fa dhaltum tafakkahûn
Artinya: Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang.

اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ ۝٦٦

Arab Latin: innâ lamughramûn
Artinya: (sambil berkata,) "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ ۝٦٧

Arab Latin: bal naḫnu mahrûmûn
Artinya: Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ ۝٦٨

Arab Latin: a fa ra'aitumul-mâ'alladzî tasyrabûn
Artinya: Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ ۝٦٩

Arab Latin: a antum anzaltumûhu minal-muzni am naḫnul-munzilûn
Artinya: Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ ۝٧٠

Arab Latin: lau nasyâ'u ja'alnâhu ujâjan falau lâ tasykurûn
Artinya: Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?

اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ ۝٧١

Arab Latin: a fa ra'aitumun-nârallatî tûrûn
Artinya: Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?

ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ ۝٧٢

Arab Latin: a antum ansya'tum syajaratahâ am naḫnul-munsyi'ûn
Artinya: Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ ۝٧٣

Arab Latin: naḫnu ja'alnâhâ tadzkirataw wa matâ'al lil-muqwîn
Artinya: Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ ۝٧٤

Arab Latin: fa sabbiḫ bismi rabbikal-'adhîm
Artinya: Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ ۝٧٥

Arab Latin: fa lâ uqsimu bimawâqi'in-nujûm
Artinya: Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.

وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ ۝٧٦

Arab Latin: wa innahû laqasamul lau ta'lamûna 'adhîm
Artinya: Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ ۝٧٧

Arab Latin: innahû laqur'ânung karîm
Artinya: Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur'an yang sangat mulia.

فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ ۝٧٨

Arab Latin: fî kitâbim maknûn
Artinya: dalam Kitab yang terpelihara.

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ ۝٧٩

Arab Latin: lâ yamassuhû illal-muthahharûn
Artinya: Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۝٨٠

Arab Latin: tanzîlum mir rabbil-'âlamîn
Artinya: (Al-Qur'an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ ۝٨١

Arab Latin: a fa bihâdzal-ḫadîtsi antum mud-hinûn
Artinya: Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an).

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ ۝٨٢

Arab Latin: wa taj'alûna rizqakum annakum tukadzdzibûn
Artinya: dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur'an)?

فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ ۝٨٣

Arab Latin: falau lâ idzâ balaghatil-ḫulqûm
Artinya: Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan.

وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ ۝٨٤

Arab Latin: wa antum ḫîna'idzin tandhurûn
Artinya: padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ ۝٨٥

Arab Latin: wa naḫnu aqrabu ilaihi mingkum wa lâkil lâ tubshirûn
Artinya: Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.

فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ ۝٨٦

Arab Latin: falau lâ ing kuntum ghaira madînîn
Artinya: Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan.

تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝٨٧

Arab Latin: tarji'ûnahâ ing kuntum shâdiqîn
Artinya: kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?

فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ ۝٨٨

Arab Latin: fa ammâ ing kâna minal-muqarrabîn
Artinya: Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah).

فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ ۝٨٩

Arab Latin: fa rauḫuw wa raiḫânuw wa jannatu na'îm
Artinya: dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ ۝٩٠

Arab Latin: wa ammâ ing kâna min ash-ḫâbil-yamîn
Artinya: Jika dia (termasuk) golongan kanan.

فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ ۝٩١

Arab Latin: fa salâmul laka min ash-ḫâbil-yamîn
Artinya: "Salam bagimu" dari (sahabatmu,) golongan kanan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ ۝٩٢

Arab Latin: wa ammâ ing kâna minal-mukadzdzibînadl-dlâllîn
Artinya: Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat.

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ ۝٩٣

Arab Latin: fa nuzulum min ḫamîm
Artinya: jamuannya berupa air mendidih.

وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ ۝٩٤

Arab Latin: wa tashliyatu jaḫîm
Artinya: dan dibakar oleh (neraka) Jahim.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ ۝٩٥

Arab Latin: inna hâdzâ lahuwa ḫaqqul-yaqîn
Artinya: Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِࣖ ۝٩٦

Arab Latin: fa sabbiḫ bismi rabbikal-'adhîm
Artinya: Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

Manfaat Membaca Surat Al-Waqi'ah Setelah Sholat Subuh

Membaca surat Al-Waqi'ah setelah sholat Subuh diyakini membawa sejumlah manfaat spiritual. Dalam berbagai literatur keislaman dan penjelasan ulama, surat ini dikenal sebagai pengingat tentang hari kiamat, pembagian golongan manusia, serta balasan surga dan neraka sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Membacanya di waktu pagi membantu mengawali hari dengan kesadaran akhirat dan memperkuat keimanan. Selain itu, surat Al-Waqi'ah juga populer di tengah umat karena adanya riwayat tentang keutamaannya sebagai wasilah memohon kecukupan rezeki.

Meski para ulama berbeda pendapat tentang derajat hadis tersebut, banyak yang tetap menganjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur'an setelah Subuh, sebagaimana dianjurkan secara umum dalam bimbingan keagamaan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dengan membaca Al-Waqi'ah selepas Subuh, seorang muslim diharapkan memulai hari dengan hati yang lebih tenang, optimis, serta bersandar kepada Allah dalam urusan rezeki dan kehidupan.




(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads