Waspada! Cuaca Ekstrem Landa Jatim hingga Akhir Februari

Waspada! Cuaca Ekstrem Landa Jatim hingga Akhir Februari

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 10:45 WIB
Ilustrasi cuaca Surabaya hari ini hujan ringan.
Ilustrasi cuaca ekstrem di Surabaya/Foto: ChatGPT
Surabaya -

BMKG menyebut cuaca ekstrem berpotensi melanda 38 kabupaten/kota di Jatim sepekan ke depan selama Ramadan ini, tepatnya pada 21-28 Februari 2026. Cuaca ekstrem ini dapat berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, terjadinya cuaca ekstrem ini dipicu sejumlah faktor.

"Saat ini seluruh wilayah di Jawa Timur berada pada musim hujan dan beberapa wilayah diprakirakan masih mengalami puncak musim hujan," ujar Taufiq dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Potensi cuaca ekstrem ini juga merupakan dampak dari aktifnya Monsun Asia dan gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, Madden Jullian Oscillation (MJO) serta Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

Ditambah suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan dan kondisi atmosfer lokal yang labil.

"Hal tersebut turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," imbuhnya.

Adapun wilayah yang harus waspada meliputi Kabupaten Pacitan, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Jember, Kota Kediri, Kabupaten Tuban, Kabupaten Ponorogo, juga Kabupaten Banyuwangi.

Kemudian Kabupaten Nganjuk, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Blitar, Kota Probolinggo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Magetan, dan Kota Malang.

Lalu, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Kota Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jombang, Kota Madiun, serta Kabupaten Probolinggo.

Begitupun di Kabupaten Sampang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Madiun, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, dan. Kota Batu.

Berkaitan dengan potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat maupun instansi pemerintah lebih waspada terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem," imbau Taufiq.

Taufiq turut mengajak masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini yang disampaikan oleh BMKG.

"Masyarakat juga diimbau memantau kondisi cuaca berdasarkan citra radar WOFI melalui website serta informasi peringatan dini tiga harian serta peringatan dini setiap 2-3 jam ke depan," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads