Menteri Koperasi Kukuhkan Pengurus KITMAS di Pamekasan

Menteri Koperasi Kukuhkan Pengurus KITMAS di Pamekasan

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Sabtu, 21 Feb 2026 20:51 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono saat kunjungan ke Pamekasan
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono saat kunjungan ke Pamekasan. (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim)
Pamekasan -

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengukuhkan pengurus Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) serta menyerahkan simbolik bendera koperasi di Pamekasan menjelang waktu berbuka puasa, Sabtu (21/2/2026).

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

"Hari ini koperasi harus menjadi rumah besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Petani tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat, tetapi harus menjadi pelaku utama ekonomi," ujar Ferry, Sabtu (21/2/26).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap kehadiran KITMAS mampu memperkuat posisi tawar petani tembakau Madura terhadap industri besar sekaligus menjadi pusat distribusi dan pemasaran produk lokal. Pemerintah, lanjutnya, akan mendukung penuh koperasi dan pedagang tradisional agar mampu bersaing dan berkembang.

ADVERTISEMENT

Pengukuhan ini menjadi momentum penguatan kelembagaan koperasi tembakau di Madura sekaligus bagian dari upaya mendorong kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan.

Hadir dalam acara tersebut Kyai Haji Muhammad Rofi'i Badawi pimpinan Pondok Pesantren Al Hamidi, Kyai Haji Ali Rahmi Ketua MUI, Bupati dan wakilnya, Kapolres, Dandim, Ali Masyur Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Khairul Umam Bawang Mas sekaligus ketua Paguyuban Pelopor Petani Pedagang Tembakau Madura serta staf khusus menteri dan Endi kepala dinas Provinsi Jawa Timur

Ketua panitia, Fahmi, menyampaikan bahwa tembakau Madura merupakan salah satu sentra terbesar di Indonesia. Namun secara sosiologis, menurutnya, tata niaga tembakau selama ini belum sepenuhnya berpihak kepada petani.

"Dalam konstelasi tata niaga, posisi tawar petani tembakau Madura masih lemah, terutama dalam mekanisme distribusi yang belum terkelola dengan baik," ujarnya dalam acara pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera di Pamekasan.

Ia menjelaskan, meski dalam empat tahun terakhir harga tembakau Madura mengalami peningkatan signifikan berkat sinergi ulama, Pemerintah Kabupaten, serta pengusaha lokal yang dimotori Haji Khairul Umam (Haji Hair) bersama Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura, manfaat ekonomi dinilai masih lebih banyak dinikmati industri hilir di luar Madura.

Atas dasar tersebut, dibentuk Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera sebagai koperasi sekunder yang didirikan oleh tiga koperasi primer. Koperasi ini diharapkan menjadi lembaga strategis untuk memperkuat tata niaga, meningkatkan nilai tambah di daerah, serta mendukung percepatan pengajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura yang kini tengah dikaji para akademisi dan ekonom asal Madura.

Fahmi juga memohon dukungan Menteri Koperasi atas keberadaan koperasi induk tersebut agar mampu menjadi wadah perjuangan bersama dalam menciptakan ekosistem usaha tembakau yang sehat, adil, dan berkeadilan, demi meningkatkan harkat dan kesejahteraan petani tembakau Madura.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads