Ultimatum Polisi Ponorogo: Jangan Ada Perang Sarung dan Sound Horeg!

Ultimatum Polisi Ponorogo: Jangan Ada Perang Sarung dan Sound Horeg!

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 20 Feb 2026 11:32 WIB
Polisi mengamankan sejumlah remaja diduga hendak melakukan perang sarung di Alun-Alun Ponorogo.
Polisi mengamankan sejumlah remaja diduga hendak melakukan perang sarung di Alun-Alun Ponorogo. (Foto: Istimewa)
Ponorogo -

Polres Ponorogo menyampaikan ultimatum kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban seperti perang sarung dan sound horeg selama Ramadan. Aparat menegaskan akan mengambil langkah tegas bila kegiatan seperti itu masih ditemukan.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Ponorogo agar menjalankan ibadah puasa ini dengan baik. Di hari yang suci ini silakan dimanfaatkan dengan beribadah dan kegiatan positif lainnya," kata Kapolres Ponorogo Andin Wisnu Sudibyo, Jumat (20/2/2026).

Secara khusus Kapolres meminta agar tradisi perang sarung maupun sound horeg tidak digelar selama Ramadan. Menurutnya, aktivitas itu lebih banyak membawa dampak negatif ketimbang manfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kegiatan sound horeg, perang sarung, tolong ditiadakan. Karena lebih banyak mudaratnya daripada positifnya," tegasnya.

Andin mengungkapkan, pada malam sebelumnya pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui layanan aduan 110 terkait dugaan perang sarung. Petugas pun langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

ADVERTISEMENT

"Semalam sudah ada pengaduan dari masyarakat ke Polres Ponorogo melalui aduan 110. Ada yang mulai melakukan perang sarung," katanya.

Saat didatangi petugas dari satuan Samapta, ada sekelompok anak yang dilaporkan tengah berkumpul sambil membawa sarung. Untung saja aksi itu berhasil dicegah sebelum berkembang menjadi bentrokan.

"Begitu didatangi anggota Pamapta Polres Ponorogo, indikasinya memang mereka berkumpul dan ada sarungnya. Tapi bisa kita cegah. Rata-rata masih anak di bawah umur," jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini baru satu laporan yang masuk. Namun, tidak menutup kemungkinan perang sarung dan sound horeg menjadi tradisi musiman yang berulang setiap Ramadan.

"Semalam yang masuk satu laporan. Tapi tidak menutup kemungkinan itu menjadi tradisi di wilayah Polres Ponorogo," ujarnya.

Polisi saat ini masih mengedepankan langkah persuasif dengan memberikan imbauan. Namun jika eskalasi meningkat, pihaknya akan memanggil orang tua hingga pihak sekolah untuk melakukan pembinaan.

"Sementara masih kita imbau. Tapi apabila eskalasinya meningkat, tidak menutup kemungkinan akan kita panggil orang tuanya, kepala sekolahnya, untuk memberikan bimbingan," tandasnya.

Andin juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan 110. Ia berharap partisipasi tersebut terus ditingkatkan demi menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan.

"Kami terima kasih kepada masyarakat Ponorogo yang sudah aktif melaporkan setiap gangguan ke 110. Responsnya sangat cepat dan semoga ini bisa disampaikan ke masyarakat yang lain," pungkasnya.

Rename foto : Polisi saat melakukan pengamanan saat remaja diduga hendak melakukan perang sarung di Alun-Alun Ponorogo/ foto : istimewa




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads