Jembatan Putus Perbatasan Ponorogo-Trenggalek Akan Segera Dibangun

Jembatan Putus Perbatasan Ponorogo-Trenggalek Akan Segera Dibangun

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 20 Feb 2026 11:15 WIB
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat meninjau lokasi jembatan putus.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat meninjau lokasi jembatan putus. Foto: Istimewa
Ponorogo -

Kabar baik untuk warga perbatasan Ponorogo-Trenggalek. Pemerintah pusat dipastikan bakal turun tangan membangun jembatan putus di Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.

Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita saat meninjau langsung lokasi jembatan yang membentang di atas Sungai Jabak. Ia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap membantu pembangunan jembatan permanen di kawasan perbatasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, Kementerian PU siap membantu pembangunan jembatan ini. Ini menjadi solusi terbaik karena lokasinya berada di perbatasan," ujar Lisdyarita, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keterlibatan pemerintah pusat sekaligus menjawab polemik kewenangan yang sempat mencuat. Sebab, posisi jembatan berada di batas wilayah Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek, sehingga sempat menimbulkan perdebatan soal tanggung jawab pembangunan.

"Dengan turunnya kementerian, persoalan kewenangan tidak lagi menjadi kendala. Tinggal menunggu teknis pelaksanaannya seperti apa," tegasnya.

Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses vital penghubung Dusun Purworejo dengan Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Putusnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu.

Dalam peninjauan itu, Lisdyarita juga mendapati masih ada warga yang nekat melintas melalui jembatan darurat. Padahal, jika tidak menggunakan jalur tersebut, warga harus memutar hingga kurang lebih 20 kilometer.

"Kami prihatin karena warga terpaksa mengambil risiko demi bisa beraktivitas. Jalur alternatif cukup jauh dan tentu memakan waktu serta biaya," ungkapnya.

Ia menilai, keberadaan jembatan sementara tetap dibutuhkan agar mobilitas warga tetap berjalan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen rampung.

"Jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat. Tapi tentu kita berharap pembangunan permanen bisa segera terealisasi agar lebih aman," imbuhnya.

Lisdyarita mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan infrastruktur skala besar. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat dinilai sangat penting.

"Selain di sini, kami juga sedang menangani perbaikan jembatan di Wagir Kidul, Paringan, dan Grogol. Semua kami upayakan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah," pungkasnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads