Dugaan Pemicu Ledakan Dahsyat Hancurkan Rumah-1 Tewas di Situbondo

Dugaan Pemicu Ledakan Dahsyat Hancurkan Rumah-1 Tewas di Situbondo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 18 Feb 2026 16:15 WIB
Sejumlah rumah hancur gegara ledakan di Situbondo
Sejumlah rumah hancur gegara ledakan di Situbondo/Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim
Situbondo -

Ledakan dahsyat yang menghancurkan sejumlah rumah di Situbondo diduga berasal dari petasan. Satu orang dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka parah akibat peristiwa tersebut.

Dentuman keras itu terjadi di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Petugas kepolisian dibantu warga segera melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan kepada para korban.

Dari informasi yang dihimpun, warga menyebut para korban selama ini dikenal sebagai pembuat petasan. Ledakan diduga terjadi saat mereka merakit petasan untuk dijual menjelang Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini diperkuat dengan temuan polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan sisa selongsong petasan berukuran besar di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Hingga kini, polisi masih mensterilkan area untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang berpotensi membahayakan. Sejumlah barang bukti berupa selongsong petasan turut diamankan.

Sejumlah warga mengaku ledakan terdengar sangat keras hingga radius sekitar satu kilometer dan menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian.

"Ledakannya keras sekali, terdengar sampai jauh. Ada lima orang di rumah sakit dan satu meninggal," ujar Nurhadi, salah satu warga setempat, Rabu (18/2/2026).

Diketahui, korban meninggal dunia bernama Supriyadi, warga setempat. Ia ditemukan dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk akibat ledakan.

Sementara itu, lima korban lainnya yakni Syamsul, Riko, Abdul Fais, dan Vino mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Asembagus untuk mendapatkan perawatan intensif.

Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ledakan dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads