Wejangan Sarmuji ke Kader Golkar Jatim Sambut Pemilu 2029

Wejangan Sarmuji ke Kader Golkar Jatim Sambut Pemilu 2029

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 16 Feb 2026 10:45 WIB
Sekjen Golkar M Sarmuji
Sekjen Golkar M Sarmuji/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji memberi wejangan kepada kader DPD Golkar Jatim untuk menyiapkan mesin Pemilu 2029. Sarmuji memberikan peta rawan politik agar kader tidak terlena menuju 2029.

"Ini peta per dapil kita di seluruh Jatim, ada dapil rawan artinya kursi Golkar bisa rawan hilang, ada dapil dengan risiko tinggi di mana Golkar bisa saja tidak mendapat kursi. Tidak boleh ada yang bersantai, mulai sekarang harus benar-benar diseriusi," kata Sarmuji dalam acara Rakerda DPD Golkar Jatim di Surabaya, Senin (16/2/2026).

Sarmuji meminta para legislator Golkar untuk menjaga bahkan menaikkan suaranya pada Pemilu 2029. Peta politik dari Sarmuji diharapkan bisa dipelajari oleh semua kader Golkar Jatim untuk meningkatkan suara partai pada pemilu yang akan datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita pasti akan menargetkan penambahan kursi, baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota. Kita sudah punya pemetaan mana daerah-daerah yang berpotensi, mana daerah-daerah yang riskan, yang berisiko untuk kehilangan kursi. Kita sudah punya petanya dan kita akan perkuat baik di daerah yang berisiko maupun di daerah yang berpotensi untuk menambah kursi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita punya keyakinan, Golkar untuk tingkat DPR RI dari dapil Jatim bisa bertambah 3 kursi atau 4 kursi, saya pikir itu masih masuk akal untuk kita jangkau," tambahnya.

Sarmuji mengatakan, satu-satunya cara agar Golkar bisa tetap menjadi partai papan atas di Jawa Timur yakni para kader dan legislator harus bisa menjawab tantangan zaman.

"Kita harus relevan dan relate dengan masyarakat, terutama masyarakat Jatim. Relevan itu artinya kita bisa menjawab kebutuhan masyarakat Jatim. Program-program apa saja yang menyentuh langsung ke masyarakat harus kita jawab," jelasnya.

"Dan yang kedua relate, relate itu artinya terhubung. Kita harus intens berkomunikasi, membangun relasi, membangun hubungan baik dengan masyarakat. Dan di era sekarang dengan media sosial yang kuat, kita sebenarnya lebih mudah untuk menjadi relevan dan membangun relasi dengan masyarakat saat ini," pesan Sarmuji.

"Sepanjang kita bisa relevan, bisa relate dengan masyarakat, Golkar akan dicintai oleh masyarakat kita. Sepanjang kita bisa menjawab tantangan zaman konteksualisasinya di Jatim, Insyaallah Golkar akan eksis, bukan hanya eksis, tapi akan naik ke level yang lebih tinggi," tambahnya.

Dalam Rakerda ini, Sarmuji juga turut membuka ingatan para kader dengan flashback sejarah panjang partai Golkar berdiri hingga eksis sampai saat ini.

"Saya mengingatkan tentang sejarah kelahiran Golkar dan mengapa Golkar itu ada? Yaitu Golkar menjawab tantangan zaman waktu itu. Waktu itu ada periodisasi anti-partai, di mana partai hanya ramai urusan ideologinya saja bertengkar tidak karuan, program-program pemerintah sulit dilaksanakan. Lalu Bung Karno menginginkan ada satu golongan fungsional untuk menjawab partai-partai yang sangat kisuh itu, diwujudkan lah oleh sektor Golkar," jelasnya.

"Tantangannya waktu itu adalah Golkar menghadapi PKI yang ingin mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Artinya apa? Golkar lahir karena menjawab tantangan zaman. Sekarang, flashback ke masa itu lalu dikontekstualisasikan dengan saat sekarang, saya minta kepada Golkar Jatim untuk juga bisa menjawab tantangan zaman hari ini," tandasnya.




(faa/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads