Momen menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 identik dengan tradisi berbagi kebahagiaan melalui uang pecahan baru. Namun, di balik antusiasme masyarakat, risiko peredaran uang palsu (upal) dan praktik penukaran ilegal kerap mengintai.
Agar niat baik berbagi di hari yang fitri tidak berujung kerugian, detikers perlu tetap waspada dan cerdas saat menukar uang Lebaran. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan sebelum melakukan penukaran uang Lebaran.
Baca juga: Cara Tukar Uang Baru di PINTAR BI |
Tukar di Jalur Resmi, Hindari Risiko di Pinggir Jalan
Meski jasa penukaran uang di pinggir jalan terlihat praktis, Bank Indonesia (BI) menyarankan masyarakat menggunakan jalur resmi. Menukar uang di bank atau kas keliling BI menjamin tiga hal utama, yakni kepastian nominal tanpa potongan, kualitas uang yang layak edar, serta jaminan keaslian 100 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi Tukar Uang Foto: Pradita Utama |
Untuk mempermudah proses, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi atau situs PINTAR BI (pintar.bi.go.id). Melalui platform ini, detikers bisa memesan kuota penukaran secara terjadwal dengan langkah berikut.
- Memilih lokasi dan tanggal penukaran di menu Kas Keliling.
- Menginput data diri sesuai KTP.
- Menentukan jumlah pecahan (biasanya dalam kelipatan 100 lembar untuk uang kertas).
- Menyimpan bukti reservasi untuk ditunjukkan kepada petugas.
Jurus Jitu 3D: Cara Cepat Identifikasi Rupiah Asli
Agar uang "angpao" yang dibagikan tidak palsu, Bank Indonesia terus mengedukasi masyarakat melalui metode klasik namun efektif, yakni 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Berikut ciri-ciri uang Rupiah asli tahun emisi terbaru yang perlu diperhatikan.
Uang Baru untuk lebaran Foto: Pradita Utama |
1. Dilihat (visual yang dinamis)
Perhatikan ketajaman gambar pahlawan nasional dan warna uang. Cek tinta khusus Optically Variable Ink (OVI) pada sisi kiri bawah yang berubah warna saat sudut pandang digerakkan. Selain itu, pastikan terdapat benang pengaman yang terintegrasi di sisi kiri uang dengan warna sesuai pecahan.
2. Diraba (tekstur yang khas)
Uang asli memiliki efek kasar (intaglio) pada gambar utama, angka nominal, dan gambar Burung Garuda di kanan atas. Terdapat pula kode tunanetra berupa garis-garis timbul di tepi kanan dan kiri uang untuk membantu penyandang disabilitas mengenali nominal.
3. Diterawang (ciri di dalam kertas)
Saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan ornamen tertentu, serta electrotype. Selain itu, logo BI akan tampak utuh melalui fitur rectoverso, yakni gambar saling isi antara sisi depan dan belakang uang.
Untuk Lebaran 2026, BI biasanya menetapkan batasan jumlah penukaran agar distribusi uang merata. Karena itu, masyarakat disarankan memantau jadwal pembukaan layanan PINTAR BI sejak awal Ramadhan agar tidak kehabisan kuota penukaran.
(ihc/irb)













































