Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono yang disebut berada di bawah kandang burung walet memantik reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo. Legislator mendesak agar operasional dapur Menu Bergizi Gratis (MBG) di lokasi itu segera dievaluasi.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan MAPAN DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menilai dapur MBG yang berada di area eks Pasar Lanang itu perlu dikaji ulang. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan untuk meneliti kembali kelayakan lokasi tersebut.
"Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa yang menerima manfaat MBG. Jangan sampai ada risiko dari sisi kebersihan maupun sanitasi," kata Agung, Minggu (15/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, program makan bergizi gratis merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan dengan standar ketat. Oleh karena itu, ia meminta BGN lebih selektif dalam memberikan persetujuan pendirian SPPG.
Agung juga menyinggung kasus serupa di daerah lain, di mana dapur MBG berdiri di dekat kandang ternak. Ia tidak ingin kejadian yang sama terulang di Ponorogo.
"Kalau tempatnya tidak steril bagaimana? Ini kan dapur untuk anak-anak. Harus benar-benar dipastikan higienis," tegasnya.
Selain meminta evaluasi dari BGN, Agung mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo bersama Satgas MBG untuk melakukan pengawasan ketat. Meski dapur tersebut dikabarkan telah mengantongi Surat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS), menurutnya pengawasan berkala tetap diperlukan.
Ia juga menyoroti dapur MBG yang disebut tidak menampilkan identitas atau penanda resmi sebagai SPPG. Keterbukaan, menurutnya, penting agar masyarakat mengetahui operasional dapur tersebut.
"Kalau memang ini bagian dari program presiden yang harus kita sukseskan, ya terbuka saja. Jangan sampai terkesan sembunyi-sembunyi," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPG Banyudono melayani sekitar 1.000 porsi makanan setiap hari untuk empat sekolah. Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, DPRD menilai pengawasan harus dilakukan secara ekstra.
Agung memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi C DPRD Ponorogo untuk menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dapur MBG tersebut dalam waktu dekat.
"Nanti akan kami lihat langsung ke lapangan bersama Komisi C. Supaya semuanya jelas dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan," pungkasnya.
