Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah pejabat Polri serta tokoh masyarakat yang dinilai berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Program yang dinilai berjalan baik di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Bintang Jasa dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Satyalancana Wira Karya, yang ditandatangani di Jakarta pada 13 Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 5 Bintang Jasa Utama, 5 Bintang Jasa Nararya, dan 30 Satyalancana Wira Karya diberikan kepada para penerima kehormatan. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya diberikan kepada Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono, yang merupakan mantan Dirintel Polda Jatim.
"Keputusan Presiden RI Nomor 12 & 13 TK tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya. Menganugerahkan tanda kehormatan bintang jasa sebagai penghargaan jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan dan kebesaran bangsa," ujar Sesmilpres Mayjen TNI Wahyu Widayana saat penganugerahan dalam rangkaian peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri, Jumat (13/2/2026).
Tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa besar, dedikasi, dan kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi MBG Polri, menjaga kelancaran rantai pasok SPPG Polri, serta mendukung kebijakan nasional di bidang gizi, ketahanan pangan, dan pelayanan publik. Penghargaan ini juga menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja nyata para penggerak MBG serta penguatan rantai pasok SPPG Polri dalam menjaga keberlanjutan program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan nasional. Selain itu, penghargaan tersebut merupakan wujud transparansi dan apresiasi atas sinergi lintas sektor demi kesejahteraan rakyat serta penguatan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.
Dari puluhan penerima tanda kehormatan tersebut, sosok Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono turut menjadi perhatian. Sebelum menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya, alumni Akpol 1994 itu pernah menjabat sebagai Direktur Politik Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri sejak Mei 2025.
Sebelum dilantik menjadi Brigjen, Dekananto dinilai mampu menyatukan suporter sepak bola se-Jatim. Ia juga dikenal atas inisiasinya membongkar 686 tugu perguruan silat yang kemudian dijadikan Tugu Pancasila, dengan tujuan meredam konflik antarperguruan silat di Jawa Timur.
Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim. Selain itu, pria kelahiran Bojonegoro tersebut juga memprakarsai deklarasi damai antarsuporter sepak bola se-Jatim menjelang perhelatan Piala Dunia U-17 di Kota Pahlawan.
(ihc/ihc)











































