Adab Ziarah Kubur Orang Tua Lengkap dengan Bacaan Doanya

Adab Ziarah Kubur Orang Tua Lengkap dengan Bacaan Doanya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 02:00 WIB
Ilustrasi ziarah kubur atau nyekar.
Ilustrasi ziarah kubur orang tua menjelang Ramadhan. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Ziarah kubur orang tua merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam, selama dilakukan dengan adab yang benar. Di masa awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang ziarah kubur. Namun, setelah akidah umat semakin kuat, larangan tersebut dicabut dan umat justru dianjurkan untuk berziarah.

Rasulullah bersabda, "Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah)," (HR Hakim)

Lantas, bagaimana adab berziarah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW dan bagaimana sebaiknya doanya? Simak penjelasannya ya, detikers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Mula Nabi SAW Mulai Ziarah Baqi'

Dikisahkan Nabi Muhammad SAW sering berziarah ke makam Baqi' pada sepertiga malam terakhir. Hal ini dilakukan setelah malaikat Jibril menemuinya seraya berkata:

إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيْعِ فَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ

ADVERTISEMENT

Artinya: Tuhanmu memerintahkanmu agar mendatangi ahli kubur Baqi' agar engkau memintakan ampunan buat mereka. (HR Muslim)

Setelah adanya perintah dari Allah untuk menziarahi kuburan ahli Baqi', Rasulullah membiasakan menziarahi tempat tersebut pada saat giliran menginap di rumah Aisyah Radliyallahu 'Anha.

Hal ini seperti tercantum dalam hadis yang diriwayatkan Sayyidah 'Aisyah berikut ini.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- - كُلَّمَا كَانَ لَيْلَتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- - يَخْرُجُ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ إِلَى الْبَقِيعِ فَيَقُولُ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَهْلِ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Artinya: Rasulullah setiap kali giliran menginap di rumah 'Aisyah, beliau keluar rumah pada akhir malam menuju ke makam Baqi' seraya mengucapkan salam: Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum mukmin. Segera datang apa yang dijanjikan pada kalian besok. Sungguh, kami Insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penghuni kubur Baqi' Gharqad. (HR Muslim)

Cara atau Adab Ziarah yang Dianjarkan Rasulullah

Mengutip dari buku yang bertajuk "Buku Pintar 50 Adab Islam" karya Arfiani, Nabi Muhammad SAW menganjurkan berziarah dengan adab-adab berikut.

1. Mengucapkan Salam

Saat tiba di makam, disunnahkan untuk mengucapkan salam. Adapun ucapan salam hendaknya menghadap wajah mayat lalu mengucapkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَة

Arab Latin: Assalamu'alaikum ahlad diyar min al-mu'minina wal muslimin, wa inna in sya'a Allahu bi kum laqahihun. Wa inna in sya'a Allahu bi kum lahaqihun.

Artinya: Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami InsyaAllah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan dan kalian semua. (HR. Muslim)

2. Tidak Memakai Sandal di Kuburan

Disunnahkan untuk tidak memakai alas kaki saat berjalan di atas kuburan untuk menghormati penghuni kuburan. Sebagaimana dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa:

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، أَلْقِ سِبْتِيَّتَكَ! فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلَ اللهِ، خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

Artinya: Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya," (HR. Abu Daud).

Namun, jika tanah kuburan itu bertanah panas, basah, dan sebagainya, dibolehkan untuk memakai sandal.

3. Membaca Bacaan Tasbih, Zikir, dan Surat Pendek

Saat pertama kali Jibril menyampaikan perintah atas nama Allah untuk mendoakan ahli kubur Baqi', Aisyah mengikuti Nabi SAW secara diam-siam. Kemudian, Rasulullah SAW mengajari Aisyah bacaan setelah salam. Runtutannya sebagai berikut.

  • Membaca bacaan tasbih 33x.
  • Membaca tahmid 33x.
  • Dilanjutkan dengan takbir 34x, lalu doa "Allahummaghfirlahum warhamhum wa 'afihim wa fu'anhum".

4. Mendoakan Mayat

Rasulullah menziarahi kuburan sahabatnya untuk mereka dan memohon ampunan untuk mereka. Dibolehkan untuk mengangkat tangan ketika mendoakan mayat dan disarankan untuk menghadap kiblat.

5. Boleh Menangis Asal Tidak Berlebihan

Menangis saat melakukan ziarah kubur diperbolehkan karena Rasulullah SAW pun pernah menangis ketika melakukan ziarah kubur ibunya sampai menangis pula orang sekitar, lalu bersabda:

Arab Latin: Istasna'tu rabbi fi an astaghfira laha fa lam yu'dzan li, wastasna'tuhu fi an azura qabraha fa u'dzina li.

Artinya: Aku meminta izin kepada Rabbku untuk memohon ampun baginya tapi tidak diizinkan, lalu kuperluka izin untuk menziarahi kuburnya maka diizinkan. (HR Muslim no 976).

Menangis dibolehkan jika meratapi nasib akhirat, tapi dilarang berlebihan seperti meratap keras atau memukul diri.

6. Tidak Duduk dan Berjalan di Atas Pusara Kuburan

Adab lainnya yang perlu diperhatikan dalam melakukan ziarah kubur adalah tidak duduk atau berdiri di atas kuburan. Sementara itu, diperbolehkan bila berjalan di samping atau di antara pusara-pusara kubur. Sebagaimana dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim:

لأنْ يَجْلِسَ أحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ، فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya: Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur. (HR Muslim)

7. Menyiram Air di Atas Pusara

Menyiram air di atas pusara kuburan saat berziarah diperbolehkan. Hal ini sebagaimana didasarkan pada salah satu hadis yang berbunyi:

أن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) رش على قبر ابراهيم ابنه ووضع عليه حصباء

Artinya: Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya. (HR Abu Daud)

Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua

Pastinya umat Islam memanjatkan doa untuk almarhum saat berziarah. Berikut adalah beberapa bacaan doa yang dikutip dari Kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi terjemahan Ulin Nuha.

1. Doa Ziarah Kubur 1

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

Arab Latin: Assalaamu 'alaikum ala' ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, asalu Allahu lanaa wa lakumul 'aafiyah.

Artinya: Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat. (HR Muslim, dari Buraidah)

2. Doa Ziarah Kubur 2

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

Arab Latin: Assalaamu 'alaikum 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba'un.

Artinya: Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian. (HR Nasa'i & Ibnu Majah)

3. Doa Ziarah Kubur 3

السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

Arab Latin: Assalaamu 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta'khiriina, wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun.

Artinya: Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. (HR Muslim, dari Aisyah)

4. Doa Ziarah Kubur 4

Umat Islam juga bisa membaca doa ziarah kubur untuk orang tua dengan lafaz sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Arab Latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya : Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya. (HR Muslim)

Semoga setiap langkah menuju makam menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan menjaga cinta kepada orang tua meski mereka telah tiada. Wallahu a'lam bisshawab.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads