Cabai di Surabaya Tembus Rp 85 Ribu Jelang Ramadan

Cabai di Surabaya Tembus Rp 85 Ribu Jelang Ramadan

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 13 Feb 2026 11:30 WIB
Upaya Pemkot Surabaya kendalikan harga cabai jelang ramadan
Upaya Pemkot Surabaya kendalikan harga cabai jelang Ramadan/Foto: Istimewa
Surabaya -

Harga cabai rawit di Surabaya mulai terasa makin pedas menjelang Ramadan. Di pasar, harga cabai dilaporkan merangkak naik hingga menembus Rp 85 ribu per kilogram.

Kondisi ini pun mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah antisipasi lewat penguatan produksi lokal. Pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Kelompok Tani (Poktan) Sendang Biru menggelar panen cabai rawit pada Kamis (12/2/2026).

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menyebut, panen cabai yang dilakukan saat ini merupakan hasil tanam sejak Oktober 2025. Produksi tersebut memang disiapkan untuk meredam gejolak harga cabai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antiek mengakui, saat ini harga cabai di pasaran sudah mulai naik dengan kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. Namun, keberadaan hasil panen dari kelompok tani lokal diharapkan mampu menekan ketergantungan pasokan dari luar.

ADVERTISEMENT

"Dengan populasi sekitar 1.300 pohon, potensi hasilnya cukup signifikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar. Jenis yang ditanam adalah varietas Ori, yang memiliki kualitas terbaik dan harga paling tinggi di pasaran," ujar Antiek dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Selain mengandalkan kelompok tani, Pemkot Surabaya juga mendorong keterlibatan warga melalui gerakan Satu Rumah Dua Pohon yang disinergikan dengan program Kampung Pancasila. Menurut Antiek, langkah ini bisa menjadi solusi jangka panjang menghadapi lonjakan harga cabai.

"Ini akan sangat membantu menstabilkan harga secara makro," tambahnya.

Tak hanya cabai, Pemkot Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga terus memantau kenaikan harga komoditas lain seperti telur dan daging ayam. Berbagai intervensi dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, hingga pengawasan ketersediaan stok bersama kementerian terkait.

"Dalam kegiatan kali ini, kami juga melakukan pengendalian hama tikus secara terpadu bersama UPT Proteksi Tanaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk menjaga produktivitas lahan," imbuhnya.

Menjelang Ramadan, Antiek memastikan pasokan pangan di Kota Pahlawan dalam kondisi aman.

"Hasil pemantauan kami, seluruh komoditas pangan di Surabaya dalam kondisi aman. Masyarakat kami imbau untuk belanja dengan bijak sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying," tegas Antiek.

Sementara itu, anggota Poktan Sendang Biru Suprapto (67) mengaku panen cabai rawit dilakukan rutin setiap lima hari sekali. Dalam sekali panen, ia bisa menghasilkan sekitar 6 hingga 8 kilogram cabai.

Di tengah harga pasar yang tinggi, Suprapto memilih menjual cabai hasil panennya ke warga sekitar dengan harga lebih rendah, yakni Rp 70 ribu per kilogram.

"Banyak warga yang sudah pesan. Kalau di pasar bisa Rp 85.000, saya jual Rp 70.000 untuk membantu tetangga. Meskipun ada kendala virus kuning pada tanaman, dukungan bibit dari Pemkot Surabaya selama ini sangat membantu kami," katanya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads