Enam karyawan ruko di Jalan Semarang No. 142, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, terjepit teralis besi dan tumpukan lembaran akrilik, Rabu (11/2/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat para korban hendak memindahkan material dari lantai tiga bangunan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya M Rokhim mengatakan, laporan kejadian diterima petugas pada pukul 09.48 WIB dari pemilik ruko. Selang satu menit kemudian, dua unit Tim Rescue diberangkatkan dari Mako Rescue Pasar Turi.
"Pukul 09.49 WIB kami berangkat, dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.52 WIB. Tim langsung melakukan koordinasi dan proses evakuasi," ujar Rokhim kepada detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rokhim menjelaskan, kejadian bermula saat enam karyawan memindahkan lembaran akrilik berukuran 120 dan 240 sentimeter dalam jumlah cukup banyak. Saat proses pemindahan, tumpuan material tersebut roboh dan menjepit para pekerja.
"Yang terjepit itu ada tiga orang, terjepit di pagar teralis pengaman lantai. Kalau tidak ada teralis itu, kemungkinan mereka bisa jatuh dari lantai tiga. Jadi posisinya sempat menggantung, terjepit antara pagar teralis dan tumpukan lembaran akrilik," jelasnya.
Selain tiga korban yang terjepit di teralis, terdapat tiga karyawan lainnya yang juga terdampak. Sebagian mengalami luka di kaki dan diduga tertimpa material. Seluruh korban diketahui merupakan karyawan ruko yang menjual material bangunan seperti besi, seng, dan lembaran akrilik.
"Yang jelas 3 orang terjepit, sementara lainnya mungkin kejatuhan akrilik," tutur Rokhim.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena petugas harus memastikan keselamatan korban. Tim rescue terlebih dahulu memasang tali pengaman pada korban dan menahan teralis agar tidak ambruk, sebelum memindahkan tumpukan akrilik satu per satu.
"Khawatirnya kalau langsung kami tarik akriliknya, malah ambruk dan makin parah. Jadi yang terjepit kami beri pengaman tali. teralisnya juga kami tahan pakai tali. Setelah itu, beban akriliknya kami kurangi satu per satu sampai aman dan korban bisa dievakuasi," terangnya.
Evakuasi seluruh korban selesai pada pukul 10.57 WIB. Para korban kemudian mendapat penanganan medis di lokasi kejadian. Hingga dikonfirmasi, pihak Damkar belum menerima informasi lanjutan terkait kondisi detail seluruh korban.
"Cuma ada salah satu korban yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan mungkin perlu rontgen, karena mengalami memar di bagian perut akibat terjepit teralis," kata Rokhim.
Penanganan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya bersama TGC Pusat. Setelah proses evakuasi dan serah terima korban, petugas meninggalkan lokasi dan tidak mengikuti penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab robohnya tumpuan material.
Terkait dugaan penyebab kejadian, Rokhim menyebut pihaknya tidak dapat memastikan secara detail.
"Informasi awal yang kami terima, mereka hendak memindahkan material, kemudian ikut roboh dan menjepit korban. Untuk detail penyebabnya, kami tidak bisa memastikan. Kami fokus pada evakuasi," tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memindahkan material berat, terutama di area dengan ketinggian.
"Harus tetap hati-hati. Materialnya cukup berat dan posisinya di atas, jadi harus benar-benar diperhatikan aspek keselamatannya," pungkasnya.
(hil/hil)











































