Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) menyiapkan rangkaian kegiatan ibadah, sosial, hingga kemasyarakatan untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026.
Selain menghadirkan agenda baru, sejumlah kegiatan rutin yang menjadi ciri khas MAS kembali digelar dan diperkirakan akan diikuti puluhan ribu jemaah setiap hari, baik dari Surabaya maupun daerah sekitar.
Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS, H Helmy M Noor mengatakan, persiapan Ramadan di Masjid Al-Akbar telah dimulai sejak beberapa hari sebelum puasa, sekitar pertengahan Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tradisi yang mengawali rangkaian tersebut adalah Megengan, yang melibatkan siswa TK, MI, MTs, hingga perguruan tinggi STAI Al-Akbar di lingkungan Masjid Al-Akbar Surabaya.
Baca juga: 7 Doa Menyambut Ramadhan |
"Penyambutan Ramadan itu kami lakukan 2-3 hari menjelang Ramadan atau diperkirakan mulai 16 Februari dengan kegiatan awal adalah Megengan," kata Helmy.
Mengusung tema Healing Ramadan, Tenang Jiwa, Kuat Raga, Helmy menjelaskan Ramadan 2026 dimaknai sebagai ruang pemulihan jiwa sekaligus penguatan raga, khususnya bagi kalangan muda yang kerap merasa lelah secara mental, emosional, maupun fisik.
"Selain fokus ibadah sebagai sumber ketenangan batin, aktivitas sehat melalui olahraga juga menjadi sarana menumbuhkan ketahanan diri. Jadi, tidak hanya kuat secara jiwa, tetapi juga secara fisik," ujarnya.
Dalam konsep Healing Ramadan tersebut, MAS merancang tiga program utama, yakni Program Ibadah dan Dakwah, Program Sosial Kemasyarakatan, serta Program Kreatif.
Sebagai wujud Tenang Jiwa, Program Ibadah dan Dakwah diisi dengan sejumlah agenda, antara lain salat tarawih selama 1-30 Ramadan 1447 H, ngaji ngabuburit dan buka puasa bersama setiap hari, tadarus Al-Qur'an sepanjang Ramadan, Qiyamul Lail pada 10 hari terakhir (21-30 Ramadan 1447 H), peringatan Nuzulul Qur'an pada 17 Ramadan 1447 H, serta Lailatul Qiro'ah.
Selama bulan Ramadan, salat tarawih digelar setiap malam dan terbuka untuk umum. Jemaah juga dapat mengikuti tadarus Al-Qur'an dari awal hingga akhir Ramadaan di area masjid.
Menjelang waktu berbuka puasa, MAS menggelar ngaji ngabuburit yang dipadukan dengan program buka puasa bersama. Program ini menjadi salah satu agenda paling diminati karena dibuka setiap hari dan melibatkan partisipasi luas masyarakat.
Terkait buka puasa bersama, Helmy menjelaskan terdapat dua skema partisipasi yang diterapkan panitia. Pertama, masyarakat dapat berpartisipasi melalui infak takjil sebesar Rp 15.000 per paket. Infak tersebut dikelola panitia untuk pengadaan takjil dengan melibatkan warga dan komunitas sekitar Masjid Al-Akbar Surabaya.
"Ini sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Jadi rezekinya bisa berputar dan manfaatnya dirasakan bersama," ujar Helmy.
Selain melalui infak, masyarakat juga diperbolehkan membawa makanan siap saji untuk dibagikan langsung kepada jemaah. Panitia akan mengatur teknis dan distribusi agar pembagian takjil berjalan tertib dan merata.
Program Sosial Kemasyarakatan juga menjadi bagian dari Healing Ramadan. Kegiatan yang digelar meliputi buka puasa bersama, donor darah, serta program MAS Berbagi untuk dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, guru, dan marbot masjid yang dipusatkan di Taman Asmaul Husna pada 21 Ramadan 1447 H.
Helmy menyebut, kegiatan donor darah akan dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya pada awal Ramadan. Program ini rutin digelar mengingat kebutuhan darah cenderung meningkat, sementara stok darah biasanya menurun selama bulan puasa.
Selain program rutin, MAS juga menghadirkan Program Kreatif sebagai pendekatan baru dalam merangkul Jemaah, khususnya generasi muda.
"Selain program tahunan yang sudah ada, tahun ini kami juga menghadirkan program kreatif dan olahraga. Masjid ingin merangkul dan merawat anak-anak muda, khususnya Gen Z, tentunya dengan aktivitas yang nyaman dan positif," tutur Helmy.
Salah satunya melalui Museum Masa Lalu dan Masa Kini Masjid Al-Akbar yang dibuka sepanjang 1-30 Ramadan 1447 H. Pengunjung diajak mengenal Masjid Al-Akbar tempo dulu hingga perkembangannya saat ini.
Pameran yang digelar di sisi timur masjid tersebut juga dilengkapi literasi digital bagi Jemaah yang ingin mempelajari tafsir, hadis, hingga informasi wisata religi di Jawa Timur melalui sistem barcode.
Sebagai bagian dari implementasi Kuat Raga, MAS menghadirkan program baru berupa Liga Marbot Soccer dan Ngaji Bareng Bintang Bola yang digelar di Mini Soccer MAS pada 2-8 Maret 2026.
"Dengan program-program baru ini, kami berharap suasana Ramadan di masjid semakin meriah. Apalagi liga sepak bola antar masjid yang pesertanya mayoritas remaja masjid. Harapannya, mereka ikut meramaikan dan menghidupkan suasana Ramadan," ujarnya.
Selain itu, MAS juga akan menggelar Festival Ramadan yang diisi berbagai perlombaan, seperti lomba patrol, qosidah, dan dai cilik. Festival ini digelar di Taman Asmaul Husna sisi timur Masjid Al-Akbar dan terbuka untuk umum. Kegiatan dijadwalkan berlangsung setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu pada pekan kedua dan ketiga Ramadan.
Secara keseluruhan, Masjid Al-Akbar Surabaya mampu menampung sekitar 30.000 Jemaah di dalam area masjid dan hingga 40.000 Jemaah jika memanfaatkan area luar. Dengan kapasitas tersebut, MAS optimistis menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat selama Ramadan 2026.
(abq/hil)
