Seorang remaja di Situbondo jadi korban pengeroyokan. Karena luka-lukanya korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit Jember.
Korban yakni Muhammad Nurul Huda (18), warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, Situbondo. Ia harus menjalani rawat inap.
Berdasarkan keterangan, pelaku pengeroyokan diketahui berinisial RZ (18), bersama 2 orang temannya yang saat ini masih kabur. Pengeroyokan dilakukan di Jalan Cappore, Keluaharan Ardirejo, Panji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami baru tau setelah anak saya diantarkan pulang oleh temannya," jelas ayah korban, Miskari Harjo, kepada sejumlah awak media, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, saat diantarkan pulang Nurul sudah dalam kondisi babak belur diduga bekas pukulan. Dua matanya lebam.
"Habis dipukuli anak saya tidak langsung pulang, karena takut. Ia bermalam di rumah temannya dulu di Panarukan," sambungnya
Baru keesokan harinya Nurul Huda diantarkan pulang oleh temannya. Sesampai di rumah, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kapongan untuk mendapat penanganan tim medis.
"Tapi kemudian dirujuk ke rumah sakit Elizabeth, lalu RSUD Situbondo. Namun 2 rumah sakit itu sama-sama tak mampu menangani karena peralatannya tak memadai," ujarnya.
Diimbuhkan Miskari, anaknya terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit Koesnadi Jember. Hasil pemeriksaan di RS itu, korban didiagnosis mengalami darah beku di kepala bagian belakang hingga kemudian koma.
"Ini sudah dua hari anak saya tak kunjung sadar," tandas Miskari.
Ia mengaku kejadian itu sudah dilaporkan ke Polres Situbondo. Harapannya agar kejadian tersebut segera mendapat tindakan secara hukum.
