Gunung Semeru di Lumajang mengalami erupsi pada Senin pagi. Kolom abu teramati kurang lebih 500 meter dari puncak gunung tertinggi di Jawa Ini.
Erupsi Semeru terpantau pada Senin pagi sekitar pukul 05:50 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi Β± 1 menit 53 detik," demikian keterangan dari Plh Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Lana Saria dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim, Senin (9/2/2026).
Lana menegaskan hingga saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Untuk itu Badan Geologi menyampaikan ada sejumlah rekomendasi yang perlu diperhatikan oleh warga setempat dan wisatawan.
Pertama, kata Lana, warga dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak itu, lanjutnya, masyarakat disarankan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Rekomendasi kedua, warga dan wisatawan diharapkan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkasnya.
(irb/dpe)











































