Imlek Termasuk Hari Raya Agama Apa?

Imlek Termasuk Hari Raya Agama Apa?

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 09 Feb 2026 02:00 WIB
Imlek Termasuk Hari Raya Agama Apa?
Ilustrasi ucapan tahun baru China atau Imlek. Foto: Freepik
Surabaya -

Imlek atau tahun baru China biasanya dirayakan masyarakat Tionghoa yang berada di berbagai belahan dunia. Perayaan ini menandai pergantian tahun berdasarkan kalender Lunar yang telah digunakan selama ribuan tahun.

Beragam tradisi pun mengiringi perayaan Imlek, mulai dari berkumpul bersama keluarga, membersihkan rumah, hingga melaksanakan sembahyang dan ritual tertentu. Namun, karena adanya unsur ritual tersebut, Imlek kerap dipandang sebagai perayaan yang berkaitan dengan agama.

Imlek Hari Raya Agama Apa?

Mengutip jurnal "Perayaan Imlek Muslim Tionghoa dalam Perspektif Al-Qur'an dan Muslim Tionghoa di Surakarta" karya Tri Yuliana Wijayanti, Hafizzullah, dan Suharjianto, hari raya Imlek bagi umat Konghucu dipandang sebagai hari raya keagamaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak ajaran Konghucu di Nusantara telah ada sejak berabad-abad silam. Masuknya Konghucu ke Indonesia berkaitan erat dengan kedatangan pedagang dan imigran Tionghoa dari daratan China yang diperkirakan mulai hadir sejak abad ke-3 Masehi.

ADVERTISEMENT

Dalam ajarannya, Konghucu lebih menekankan pembentukan moral, etika, dan penghayatan nilai kebajikan secara personal. Bagi umat Konghucu, Imlek merupakan perayaan terpenting yang menandai awal tahun baru berdasarkan kalender Tionghoa, serta peringatan kelahiran Nabi Kongzi atau Konfusius, yang juga dikenal dengan sebutan Kung Sang Guru.

Di Indonesia, pengakuan terhadap agama Konghucu sempat mengalami perjalanan panjang. Sejak diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000, Konghucu resmi diakui sebagai agama di Indonesia. Seiring itu, perayaan Imlek pun dirayakan secara nasional dan menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Indonesia.

Perayaan Hari Raya Imlek bagi Umat Konghucu

Sebagai perayaan, Imlek kerap diisi dengan berbagai kegiatan persembahyangan dan ritual keagamaan yang mencerminkan nilai kebajikan, kepedulian sosial, serta hubungan manusia dengan Tian (Tuhan).

Selain itu, terdapat pula kegiatan sosial untuk mempererat semangat persaudaraan dan berbagi kepada sesama saat perayaan Imlek. Meski begitu, dalam praktiknya, Imlek dirayakan secara lebih luas sebagai tradisi budaya oleh masyarakat Tionghoa dari berbagai latar belakang.

Tradisi budaya seperti pertunjukan barongsai, pemasangan lampion merah, hingga pembagian angpao turut mewarnai perayaan Imlek. Ragam tradisi ini berkembang seiring waktu dan menyesuaikan dengan budaya lokal serta kepercayaan masing-masing masyarakat Tionghoa.




(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads