Prabowo Ingatkan Pemimpin Tak Boleh Punya Dendam dan Cari-cari Kesalahan

Prabowo Ingatkan Pemimpin Tak Boleh Punya Dendam dan Cari-cari Kesalahan

Firda Cynthia Anggrainy - detikJatim
Minggu, 08 Feb 2026 09:32 WIB
Prabowo Ingatkan Pemimpin Tak Boleh Punya Dendam dan Cari-cari Kesalahan
Foto: Presiden Prabowo Subiano di acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur (Firda/detik)
Malang -

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin di Indonesia, untuk bersatu menjaga persatuan dan menciptakan suasana damai demi kemajuan negara. Ia mengingatkan, pemimpin tak boleh memiliki dendam hingga sengaja mencari-cari kesalahan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung peran NU dalam menjaga persatuan bangsa.

"Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh. NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan. Dan memang itulah pelajaran sejarah. Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun," kata Prabowo dalam sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan, rakyat Indonesia boleh berbeda pandangan, bersaing, dan berdebat. Namun, menurutnya, pada akhirnya seluruh elemen bangsa harus tetap menjaga kerukunan dan persatuan.

ADVERTISEMENT

"Karena itu, saya selalu mengajak semua unsur selalu mari kita bersatu. Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan," katanya.

Ia menegaskan, sejarah membuktikan bahwa kemakmuran tidak akan tercapai tanpa perdamaian. Menurutnya, perdamaian hanya bisa terwujud jika para pemimpin mampu bersatu.

Prabowo juga mengajak seluruh pemimpin di berbagai bidang untuk berpikir dan bekerja demi kepentingan rakyat. Ia menekankan agar para pemimpin tidak diliputi rasa dendam, benci, maupun dengki.

"Para pemimpin di setiap eselon, pemimpin politik, pemimpin ekonomi, pemimpin intelektual, semuanya harus berpikir, berpikir, berpikir, berjuang, mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia semuanya," kata Prabowo.

"Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain," sambungnya.

Prabowo juga mengutip filosofi Jawa yang menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan persatuan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dalam menyikapi perbedaan.

"Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan selalu 'mikul dhuwur mendhem jero'. Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda tidak masalah. Sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat. Itu kepribadian bangsa Indonesia," imbuhnya.

Berita ini sudah tayang di detikNews, baca berita selengkapnya di sini!




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads