Banjir kembali merendam pemukiman warga di tiga dusun, yakni Dusun Modinan 1, Dusun Modinan 2, dan Dusun Sekolahan, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/2/2026) malam.
Banjir dengan ketinggian 50 hingga 70 sentimeter ini terjadi akibat hujan deras di wilayah hulu, meliputi Kecamatan Maron, Banyuanyar, dan Tegalsiwalan sejak pukul 02.00 WIB hingga sekarang.
Luapan air sungai menggenangi rumah warga dan sejumlah akses lingkungan. Salah satu warga Dusun Modinan 1, Indah, mengatakan banjir kali ini merupakan kejadian yang keempat kalinya sejak Januari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, luapan air berasal dari Sungai Banyubiru dan Sungai Pajurangan yang debit airnya terus meningkat.
"Air sungai meluber dan masuk ke rumah. Sejak Januari ini sudah empat kali banjir. Debit sungai terus naik, warga ketakutan dan terpaksa memindahkan harta benda seperti motor, mobil, dan surat-surat penting," ujar Indah, saat ditemui detikJatim.
Sementara itu, Sertu Marcus, Babinsa Desa Pajurangan, menjelaskan bahwa pihaknya bersama BPBD Kabupaten Probolinggo, Koramil, dan Kecamatan Gending melakukan langkah antisipasi sementara dengan pembuatan tanggul manual.
"Sejak sekitar jam 8-an hujan, sungai sudah mau meluap. Akhirnya warga bersama petugas membuat tanggul manual menggunakan pohon pisang," jelasnya.
Ia juga mengapresiasi gotong royong masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat tersebut. Menurutnya, meskipun di wilayah hulu seperti Banyuanyar sudah tidak hujan, debit air masih besar karena air laut sedang pasang.
"Puncak pasang laut sekitar pukul 21.30 WIB, sehingga air tidak langsung mengalir ke laut dan justru balik meluber ke rumah-rumah warga," tambahnya.
Hal senada disampaikan Syamsul Arifin, Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Gending. Ia mengatakan petugas gabungan melakukan patroli rutin untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak lebih parah.
"Patroli terus dilakukan untuk mengantisipasi banjir masuk ke rumah warga," ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Probolinggo masih siaga dan melakukan patroli di lokasi sambil memantau debit air sungai, menunggu hingga kondisi banjir benar-benar surut.
