Dua orang pria ditemukan tewas usai menabrak pohon dalam kecepatan tinggi di Jalan Raya Desa Jotangan, Mojosari, Mojokerto pada Jumat dini hari pukul 01.00 WIB. Keduanya berboncengan naik motor sport Kawasaki Ninja dalam kecepatan tinggi di bawah pengaruh alkohol alias mabuk.
Pengemudinya adalah Sugik, warga setempat. Dia memacu motor 250 cc tanpa pelat nopol itu dari selatan ke utara dengan memboncengkan temannya, Adi, yang merupakan warga Desa Modopuro, Mojosari, Mojokerto.
Saksi mata kejadian kecelakaan ini, Tona mengatakan bahwa Sugik dan Adi dia ketahui melaju kencang dengan motor sport warna hijau itu hingga dengan tiba-tiba menabrak pohon sekeras-kerasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sedang live, korban dari arah selatan langsung bruak menabrak pohon dan teras warung sampai tiang teras bengkok," terangnya kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Jumat (6/2/2026).
Beberapa saat sebelum kejadian, kata Tona, kondisi Jalan Raya Desa Jotangan sangat lengang. Di tengah situasi itulah raungan motor Ninja yang dikendarai Sugik terdengar memekakkan telinga hingga suara tabrakan itu mengagetkan semua orang yang ada di sekitar warung.
Ia sempat mengira salah satu korban sedang tidur di Warung karena posisinya telentang di sebuah kursi bambu yang disediakan pemilik warung. Ternyata korban sudah tak bernyawa.
"Tak pikir yang satunya itu tidur, eh ternyata meninggal," ungkapnya.
Kerasnya benturan dengan pohon dan tiang teras warung mengakibatkan Sugik dan Adi tewas seketika di lokasi akibat luka parah di kepala masing-masing. Apalagi keduanya tidak memakai helm.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan menjelaskan, kedua korban dalam kondisi mabuk. Oleh sebab itu, mereka menabrak pohon meskipun kondisi jalan sepi.
"Bahkan, sebelum kecelakaan, yang dibonceng (Adi) harus dituntun untuk naik ke motor," jelasnya.
