Malam Nisfu Syaban adalah salah satu malam istimewa karena pada malam ini merupakan waktu di mana pintu ampunan dibukakan Allah SWT untuk hamba-Nya.
Sesuai perhitungan kalender Hijriah, tahun ini malam Nisfu Syakban jatuh pada Senin 2 Februari 2026, dimulai setelah magrib. Di malam penuh rahmat dan berkat ini, sejumlah ulama senantiasa menganjurkan kita untuk menghidupkan malam ini dengan doa, zikir, dan amalan sunah.
Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah salat tasbih, di mana umat Islam memperbanyak bacaan tasbih sebagai inti ibadahnya. Yuk simak bagaimana dasar hukum, niat, tata cara, dan keutamaannya detikers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dasar Hukum Anjuran Salat Tasbih di Malam Nisfu Syakban
Dasar hukum salat tasbih bersumber dari hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas RA, di mana Rasulullah SAW mengajarkannya kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthalib sebagai bentuk taubat dan ampunan dosa.
Dilansir dari detikHikmah, yang merangkum buku "Panduan Sholat Rosulullah 2" karya Imam Abu Wafa, dijelaskan salat tasbih menjadi amalan sunah yang banyak dikerjakan umat Islam secara berjemaah di masjid pada malam pertengahan bulan Syakban.
Terdapat hadis yang menyebutkan keutamaan salat tasbih. Namun sebenarnya, dalil ini tidak menyebutkan waktu yang dilakukan pada pertengahan malam Syakban. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdul Muththalib:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً
Artinya: Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu; dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat.
Pada setiap rakaat engkau membaca al-Fatihah dan satu surah (Al-Qur'an). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca, 'Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar sebanyak 15 kali. Kemudian ruku', maka engkau ucapkan (zikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari rukuk, lalu ucapkan (zikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (zikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (zikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (zikir) itu sebanyak 10 kali.
Kemudian engkau angkat kepalamu, maka engkau ucapkan (zikir) itu sebanyak 10 kali. Maka itulah 75 (zikir) pada setiap satu rakaatnya. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melakukan (salat) itu setiap hari sekali, maka lakukanlah! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap bulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu. (HR Abu Dawud)
Niat Salat Tasbih
Niat dibacakan dalam hati atau dilafalkan sebelum takbiratul ihram. Jumlah rakaat sholat tasbih juga dianjurkan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam.
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat tasbiihi arba'a raka'aatin lillahi ta'aalaa
Arti: Aku niat salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala.
Setelah melafalkan niat, langsung lanjutkan dengan takbir "Allahu Akbar."
Waktu Salat Tasbih
Salat tasbih pada malam Nisfu Syakban dilakukan sejak setelah salat magrib pada tanggal 14 Syakban hingga sebelum fajar menyingsing (sebelum subuh) pada tanggal 15 Syakban.
Waktu ini mencakup seluruh malam Nisfu Syakban, dengan anjuran utama pada sepertiga malam terakhir untuk kekhusyukan, mirip tahajud. Sebagaimana ulama seperti Imam Ghazali menganjurkan sejak Isya hingga sepertiga malam akhir.
Tata Cara Salat Tasbih Malam Nisfu Syakban
Salat tasbih di malam Nisfu Syakban biasanya dilakukan empat rakaat dengan dua kali salam. Selama salat, setiap posisi mulai dari berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud, diselingi bacaan tasbih sebagai inti dari ibadah ini. Berikut bacaan tasbihnya.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Aran Latin: Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil azhiimi.
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Berikut rincian tata cara salat tasbih di malam Nisfu Syakban.
Rakaat Pertama
- Membaca niat dan melakukan takbiratul ihram
- Membaca doa Iftitah dan kalimat Ta'awudz
- Dilanjutkan dengan membaca surah al-Fatihah.
- Membaca surah pendek. Namun, ada juga sebagian ulama yang menyatakan bahwa tidak perlu membaca surat tertentu.
- Membaca tasbih sebanyak 15 kali.
- Membaca takbir, lalu rukuk. Dalam rukuk hendaklah dibaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
- Bangun dari rukuk (Iktidal) kemudian membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Melakukan sujud, seraya membaca Tasbih sebanyak 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud dan membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Melakukan sujud kedua seraya membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Bangkit dari sujud, sebelum berdiri ke rakaat kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Takbir dan berdiri.
Rakaat Kedua
- Membaca surah al-Fatihah
- Membaca surah pendek
- Membaca tasbih sebanyak 15 kali.
- Membaca tasbih, lalu ruku'. Dalam rukuk membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
- Bangun dari rukuk (Iktidal), membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Melakukan sujud seraya membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud dan membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Melakukan sujud kedua seraya membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Duduk tahiyyat akhir dan membaca tasbih sebanyak 10 kali.
- Salam.
Dua rakaat berikutnya mengulang rangkaian sebelumnya. Dengan begitu dalam satu rakaat terhitung bacaan tasbih sebanyak 75. Sehingga apabila dikerjakan sebanyak empat rakaat jumlah bacaan tasbihnya sebanyak 300 kali tasbih.
Keutamaan Salat Tasbih di Malam Nisfu Syaban
Keutamaan salat tasbih menurut Rasulullah SAW adalah pengampunan dosa secara menyeluruh, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diajarkan kepada Abbas bin Abdul Muthalib RA.
Merujuk kitab Busyral Karim bi Syarhi Masa'ilit Ta'lim (juz I, halaman 260-261), Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin menyampaikan hadis Nabi SAW dan pandangan ulama terkait amalan ini.
علمها صلى الله عليه وسلم لعمه العباس، ذكر له فضلا عظيما فيها، منه "ولو كانت ذنوبك (مثل رمل عالج) لغفرها الله لك" وحديثها حسن. قال التاج السبكي: لا يسمع بعظيم فضلها ويتركها إلا متهاون بالدين، ففي حديثها "إن استطعت أن تصليها في كل يوم مرة، وإلا في كل جمعة، وإلا ففي كل شهر، وإلا ففي كل سنة، وإلا ففي العمر مرة"
Artinya: Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, 'Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu. Hadis ini hasan.
Imam Tajuddin As-Subki menjelaskan bahwa Shalat Tasbih bukan amalan yang layak diabaikan. Menurut beliau, orang yang memahami nilai ibadah tidak akan meremehkan shalat ini atau menutup diri dari keutamaannya.
Dalam salah satu riwayat juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan kelonggaran dalam pelaksanaannya. Jika mampu, salat tasbih dianjurkan dikerjakan setiap hari. Namun, bila belum bisa, boleh dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, atau setidaknya sekali seumur hidup.
Terkait tata caranya, salat ini terdiri dari empat rakaat. Jika dikerjakan pada siang hari, lebih utama ditutup dengan satu salam. Sementara bila dilaksanakan pada malam hari, seperti di malam Nisfu Syaban, boleh dikerjakan dengan dua kali salam.
(hil/irb)
