Malam Nisfu Syaban sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW sebagai malam penuh berkah. Riwayat menyebutkan menghidupkan malam ini termasuk amalan yang dianjurkan.
Hal ini merujuk pada riwayat Al-Ashbihani dalam kitab At-Targhib dari Mu'adz bin Jabal RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa menghidupkan lima malam ini, maka diwajibkan baginya untuk masuk surga: malam Tarwiyah, malam Arafah, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, serta malam Nisfu Syakban".
Salah satu praktik yang banyak dilakukan muslim adalah membaca Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syakban. Namun, diniatkan untuk apa saja ketiga bacaan surah Yasin tersebut? Ini penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tata Cara Berdoa di Malam Nisfu Syakban |
Makna Baca Yasin 3 Kali dan Tata Caranya
Dilansir NU Online, di antara amalan-amalan yang dianjurkan para ulama pada malam Nisfu Syakban adalah membaca surah Yasin tiga kali. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Mujribat karya Ad-Dairaby. Setiap bacaannya diniatkan atau dipanjatkan untuk hal yang berbeda, sebagai berikut.
- Surah Yasin yang pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang berkah, ketaatan/ketakwaan, dan istikamah kepada Allah SWT.
- Surah Yasin yang kedua diniatkan untuk memohon agar dijauhkan dari berbagai musibah, fitnah, bala atau marabahaya lahir dan batin.
- Surah Yasin yang ketiga diniatkan untuk memohon kekayaan hati langsung dari Allah SWT, tidak mudah memohon kepada selain Allah SWT, serta ditetapkan iman Islam sampai akhir hayat.
Setelah selesai membaca surah Yasin dilanjutkan membaca doa berikut.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَاللهُ, يَاللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِن َالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Mengapa Surah Yasin Dibaca di Malam Nisfu Syakban?
Surah Yasin adalah salah satu surah mulia di dalam Al-Qur'an. Surah Yasin menempati kedudukan mulia karena di dalamnya mengandung banyak nasihat dan pelajaran. Karena itu, membaca surah Yasin merupakan ibadah yang baik.
Hal ini sebagaimana dijelaskan Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki dalam Ma Dza fi Syakban. Dalam kitab ini, Sayyid Muhammad menjelaskan bulan Syakban sebagai "Syahrul Qur'an" (bulan Al-Qur'an), sehingga dianjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur'an, termasuk surah Yasin sebagai amalan mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah.
لكن لا مانع أن يضيف الإنسان إلى عمله مع إخلاصه مطالبه وحاجاته الدينية والدنياوية، الحسية والمعنوية، الظاهرة والباطنة، ومن قرأ سورة يس أو غيرها من القرآن لله تعالى طالبا البركة في العمر، والبركة في المال، والبركة في الصحة فإنه لا حرج عليه، وقد سلك سبيل الخير (بسرط أن لا يعتقد مشروعية ذلك بخصوصه) فليقرأ يس ثلاثا، أو ثلاثين مرة، أو ثلاث مئة مرة، بل ليقرأ القرآن كله لله تعالى خالصا له مع طلب قضاء حوائجه وتحقيق مطالبه وتفريج همّه وكشف كربه، وشفاء مرضه وقضاء دينه، فما الحرج في ذلك...؟.. والله يحب من العبد أن يسأله كل شئ، حتى ملح الطعام وإصلاح شسع نعله
Artinya: Tapi tak ada larangan bagi seseorang yang mengiringi amal salihnya dengan permintaan dan permohonan hajat agama dan dunia, jiwa dan raga, lahir dan batin. Siapa saja yang membaca surah Yasin atau surah lainnya dengan ikhlas lillahi taala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah. Orang ini telah menempuh jalan yang baik (dengan catatan ia tidak meyakini bahwa amal salihnya itu disyariatkan secara khusus untuk hajat tersebut). Silakan membaca surah Yasin tiga kali, 30 kali, 100 kali, atau mengkhatamkan 30 juz Al-Qur'an secara ikhlas lillahi taala diiringi dengan permohonan atas segala hajat, doa agar harapan terwujud, permintaan agar dibukakan dari kebimbangan, pengharapan agar dibebaskan dari kesulitan, permohonan kesembuhan dari penyakit, permintaan kepada Allah agar utang terbayar. Lalu di mana masalahnya? Allah senang terhadap hamba-Nya yang bermunajat kepada-Nya atas pemenuhan hajat apapun termasuk hajat atas garam pelengkap masakan dan hajat atas tali sandal yang rusak.
Sejumlah ulama juga menegaskan berdoa dan bermunajat kepada Allah tidak bertentangan dengan keikhlasan dalam beramal. Sayyid Muhammad bin Alwi, misalnya, menyampaikan bahwa memohon kebaikan kepada Allah adalah bagian dari ibadah itu sendiri, selama niatnya lurus dan tidak diyakini sebagai kewajiban khusus.
Dasar Hukum dan Waktu Pelaksanaannya
Mayoritas ulama menilai membaca surah Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syakban adalah mubah (boleh) dan dianjurkan sebagai amalan sunah/tawasul. Yang artinya sah dilakukan, asal tidak diyakini sebagai ibadah wajib yang disyariatkan Nabi SAW.
Komisi Fatwa MUI merujuk kitab I'anatut Thalibin dan Hasyiyah al-Bajuri, yang menganjurkan membaca Yasin tiga kali sambil berdoa untuk kebaikan, seperti panjang umur, rezeki berkah, dan husnul khatimah.
Ulama NU juga menegaskan bahwa amalan ini lazim dilakukan para kiai pesantren setelah magrib hingga isya, sebagai kesempatan memanfaatkan keutamaan malam Nisfu Syakban untuk berdoa hajat.
Buya Yahya juga menambahkan, meski tidak ada dalil khusus dari Nabi Muhammad SAW, membaca Yasin tiga kali sah sebagai tawasul dengan Al-Qur'an. Bisa tiga kali, 30 kali, atau bahkan khatam Al-Qur'an selama diikuti doa yang tulus.
Hal ini bukan bid'ah atau haram, tapi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT yang penting doa setelahnya untuk hajat dunia-akhirat. Waktu pelaksanaan umumnya mulai setelah magrib, dan berlanjut hingga menjelang isya. Bacaan bisa dilakukan sendiri di rumah atau berjemaah di masjid/musala.
Amalan Setelah Membaca Surah Yasin
Setelah membaca surah Yasin pada malam Nisfu Syakban, Ustadz Abdul Somad menerangkan umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Berikut doanya.
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.
Artinya: Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.
