Malam Nisfu Syakban dikenal sebagai salah satu malam yang istimewa dalam kalender Islam. Banyak muslim memanfaatkannya untuk memperbanyak doa, zikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT sebagai persiapan menyambut datangnya bulan Ramadan.
Sejumlah riwayat juga menyebutkan keutamaan malam ini sebagai waktu turunnya rahmat dan dikabulkannya permohonan hamba kepada Allah. Karena itulah, Nisfu Syakban sering dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat ikhtiar spiritual.
Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada malam ini adalah memanjatkan doa-doa khusus yang berisi permohonan ampun, keselamatan, keberkahan hidup, hingga akhir yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tata Cara Berdoa di Malam Nisfu Syakban |
Doa Malam Nisfu Syakban
Umat Islam memanfaatkan malam Nisfu Syakban untuk membaca doa-doa khusus sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Berikut kumpulan doa untuk dibaca pada malam Nisfu Syakban dirangkum dari laman NU Online.
1. Ampunan dan Rahmat
ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻓﻴﻐﻔﺮ ﻟﻠﻤﺴﺘﻐﻔﺮﻳﻦ ﻭﻳﺮﺣﻢ اﻟﻤﺴﺘﺮﺣﻤﻴﻦ (ﻫﺐ) ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ
Artinya: Sungguh Allah melihat hambaNya di malam Nishfu Sya'ban. Lalu Allah memberi ampunan kepada orang yang meminta ampunan dan memberi rahmat kepada orang yang meminta rahmat. (HR Baihaqi)
2. Setiap Permintaan
ﻋﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﻌﺎﺹ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: " ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻧﺎﺩﻯ مناد : ﻫﻞ ﻣﻦ ﻣﺴﺘﻐﻔﺮ ﻓﺄﻏﻔﺮ ﻟﻪ، ﻫﻞ ﻣﻦ ﺳﺎﺋﻞ ﻓﺄﻋﻄﻴﻪ ﻓﻼ ﻳﺴﺄﻝ ﺃﺣﺪ ﺷﻴﺌﺎ ﺇﻻ ﺃﻋﻄﻲ ﺇﻻ ﺯاﻧﻴﺔ ﺑﻔﺮﺟﻬﺎ ﺃﻭ ﻣﺸﺮﻙ
Artinya: Jika tiba malam Nisfu Sya'ban, maka ada yang berseru: Adakah yang meminta ampunan? Aku ampuni. Adakah yang meminta sesuatu? Aku kabulkan. Tidak ada seorang pun yang meminta kecuali Aku kabulkan. Kecuali pezina dan orang musyrik. (HR Al-Baihaqi)
3. Minta HusnulKhatimah
ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻳﻮﺣﻲ اﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﻠﻚ اﻟﻤﻮﺕ ﻳﻘﺒﺾ ﻛﻞ ﻧﻔﺲ ﻳﺮﻳﺪ ﻗﺒﻀﻬﺎ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ اﻟﺴﻨﺔ (اﻟﺪﻳﻨﻮﺭﻱ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺴﺔ) ﻋﻦ ﺭاﺷﺪ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ ﻣﺮﺳﻼ
Artinya: Di malam Nisfu Sya'ban Allah memberi wahyu kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa yang akan mati di tahun tersebut. (HR Dainuri dari Rasyid bin Saad secara mursal)
4. Kelahiran Anak dan Rezeki
فِيْهَا يُكْتَبُ كُلُّ مَوْلُوْدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيْهَا يُكْتَبُ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ وَفِيْهَا تُنْزَلُ أَرْزَاقُهُمْ (رواه البيهقي في فضائل الاوقات وفيه النضر بن كثير ضعيف)
Artinya: Di malam Nisfu Sya'ban dicatat setiap anak manusia yang lahir di tahun itu. Di malam Nishfu Sya'ban juga dicatat setiap anak manusia yang mati di tahun itu. Di malam Nishfu Sya'ban amal mereka dicatat dan di malam itu juga rezeki mereka diturunkan. (HR Al-Baihaqi dalam Fadlail al-Auqat, Nadlar bin Katsir dlaif)
5. Jodoh
عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ : تُنْسَخُ فِي النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْاَجَالُ ، حَتَّى أَنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ مُسَافِرًا وَقَدْ نُسِخَ مِنَ الْاَحْيَاءِ إِلَى الْاَمْوَاتِ ، وَيَتَزَوَّجُ وَقَدْ نُسِخَ مِنَ الْاَحْيَاءِ إِلَى الْاَمْوَاتِ (مصنف عبد الرزاق - ج 4 / ص 317 في سنده مجهول)
Artinya: Atha' bin Yasar berkata: Ajal dihapus di malam Nisfu Sya'ban, hingga seseorang melakukan perjalanan dan ia dihapus dari daftar orang hidup sebagai orang mati. Seseorang akan menikah, dan ia dihapus dari daftar orang hidup sebagai orang mati. (Mushannaf Abdurrazzaq, 4/317, dalam sanadnya ada perawi majhul)
(hil/irb)











































