Sebanyak 252 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jawa Timur masih dipasung hingga hari ini. Salah satu penyebabnya, ODGJ masih membahayakan warga sekitar.
"Awal tahun 2026 ini yang masih dipasung sebanyak 252," kata Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Arif Ardiansyah, Senin (2/2/2026).
Novi mengatakan, tren pasung di Jatim sebenarnya mengalami penurunan selama 12 tahun terakhir. Di mana, pada tahun 2014 lalu masih ada 2.000 orang yang dipasung di Jatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novi membeberkan, banyak ODGJ yang dipasung kemudian dibebaskan untuk menjalani perawatan. Namun, usai dirawat dan dikembalikan ke rumahnya, pihak keluarga masih ketakutan akan potensi ODGJ melakukan sesuatu yang merugikan.
"Jadi setelah dibebaskan dan dirawat di rumah sakit milik Pemprov, ternyata saat dipulangkan oleh keluarga dipasung kembali," terangnya.
Lebih lanjut, Kabid Rehabilitasi Sosial Arif menambahkan, pihaknya akan terus menyisir ODGJ yang masih dipasung. Pihaknya juga akan melakukan negosiasi dengan keluarga agar ODGJ yang dipasung mau dirawat agar sembuh.
"Kita terus bergerak menyisir, tentunya kami berharap atas izin keluarganya, ODGJ yang dipasung mau dirawat di rumah sakit dan bisa kembali pulang dengan catatan sudah sembuh 100 persen," tandasnya.
(irb/hil)
