Niat Baca Yasin 3x Malam Nisfu Syaban serta Tata Cara dan Doanya

Niat Baca Yasin 3x Malam Nisfu Syaban serta Tata Cara dan Doanya

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 11:30 WIB
Niat Baca Yasin 3x Malam Nisfu Syaban serta Tata Cara dan Doanya
Ilustrasi membaca Yasin di malam Nisfu Syakban. Foto: Yourillustration/Pixabay
Surabaya -

Malam Nisfu Syakban menjadi salah satu momen istimewa yang dinanti umat Oslam untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di malam pertengahan bulan Syaban ini, muslim biasanya mengisi waktu selepas magrib dengan beribadah, salah satunya membaca surah Yasin sebanyak tiga kali.

Tradisi membaca Yasin ini memiliki tata cara dan niat khusus yang sering dicari masyarakat sebagai panduan ibadah. Berikut rangkuman mengenai lafal niat, tata cara, serta doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca di sela-sela bacaan Yasin demi meraih keutamaan malam Nisfu Syakban.

Amalan Malam Nisfu Syakban

Memasuki bulan Syakban artinya sebentar lagi akan menyambut bulan suci Ramadan. Pada bulan Syakban, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah untuk mempersiapkan diri di bulan Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, di bulan Syakban juga terdapat salah satu malam istimewa, di mana doa yang dipanjatkan pasti akan diterima. Dilansir dari laman NU Online, Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm dan Al-Baihaqi dalam al-Sunan, mengatakan terdapat lima malam istimewa tersebut.

خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ؛ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ

ADVERTISEMENT

Artinya: Ada lima malam doa di dalamnya tidak akan ditolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syakban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadis juga mencontohkan bagaimana umat Islam mempersiapkan diri menjelang Ramadan. Ketika memasuki bulan Rajab, bulan sebelum Syakban, Nabi berdoa berikut.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ، قَالَ: اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: Ketika Nabi masuk bulan Rajab beliau berdoa, "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Syakban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan". (HR Baihaqi nomor 3534)

Dengan beragam keistimewaan bulan Syakban, umat Islam dianjurkan mengisi malam Nisfu Syakban dengan berbagai amalan ibadah untuk mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadan. Berikut amalan-amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam istimewa ini.

1. Memperbanyak Salat Sunah

Amalan utama yang dianjurkan pada malam Nisfu Syakban adalah salat sunah. Salat adalah bentuk penghambaan paling dekat antara hamba dengan Tuhannya. Tidak hanya pada bulan Syakban, memperbanyak salat sunah menunjukkan kerendahan hati, penghambaan, dan harapan muslim akan ampunan Allah SWT.

2. Salat Sunah Tasbih

Rasulullah SAW menganjurkan salat tasbih sebagai media penghapus dosa, baik dosa kecil maupun dosa yang dulu pernah diperbuat. Pada rangkaian salat tasbih, terdapat zikir tasbih yang dibaca berulang sebanyak 300 kali.

Zikir inilah yang menjadi keutamaan dalam melaksanakan salat sunah tasbih. Melaksanakan salat tasbih pada malam Nisfu Syakban menjadi amalan yang sangat dianjurkan, karena dapat menyucikan diri menjelang bulan Ramadan.

3. Salat Sunah Awwabin

Sebelum membaca surah Yasin 3x, mengerjakan salat sunah Awwabin pada malam Nisfu Syakban setelah salat magrib memiliki keistimewaan tersendiri. Salat awwabin dikenal sebagai salatnya hamba yang kembali kepada Allah (awwabin).

Sebagai simbol taubat dan kepulangan hati kepada Allah SWT, mengerjakan enam rakaat salat Awwabin dimaknai sebagai ikhtiar menyucikan hati dari kelalaian dan dosa-dosa yang dilakukan sepanjang tahun.

4. Puasa Sunah di Siang Hari Nisfu Syakban

Menjelang bulan Ramadan, mengerjakan puasa sunah dapat melatih kesabaran, pengendalian diri, serta kesiapan fisik dan mental. Apalagi pada siang hari setelah malam Nisfu Syakban, puasa ini dianjurkan sebagai bentuk melanjutkan amalan ibadah pada malam Nisfu Syakban.

Puasa sunah di bulan Syakban dikerjakan dengan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak ibadah puasa pada bulan ini. Dengan mengikuti sunah tersebut, umat Islam diharapkan semakin siap menyambut Ramadan, baik dari sisi rohani maupun jasmani.

5. Membaca Surah Yasin Tiga Kali

Membaca Yasin tiga kali pada malam Nisfu Syakban merupakan tradisi yang diamalkan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Caranya cukup sederhana. Muslim bisa memulainya setelah selesai salat magrib dan sebelum masuk waktu Isya.

Setiap kali selesai membaca satu surah Yasin, diselingi dengan doa khusus. Menurut penjelasan sebagian ulama yang terangkum dalam kitab Al-Yaqut wal Marjan fi Fadhaili Syahri Sya'ban, tata cara membaca surah Yasin pada malam Nisfu Syakban adalah sebagai berikut.

وَعَنْ بَعْضِ الْعَارِفِينَ أَنَّ مِمَّا يَنْبَغِي فِعْلُهُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ أَنْ يَقْرَأَ الْإِنْسَانُ بَيْنَ صَلَاتَيِ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ، سُورَةَ يٰسٓ بِتَمَامِهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مُتَوَالِيَاتٍ، مِنْ غَيْرِ كَلَامٍ أَجْنَبِيٍّ فِي أَثْنَاءِ ذٰلِكَ.
الْأُولَى: بِنِيَّةِ الْبَرَكَةِ فِي الْعُمْرِ لَهُ وَلِمَنْ يُحِبُّ،
وَالثَّانِيَةُ: بِنِيَّةِ التَّوْسِعَةِ فِي الرِّزْقِ مَعَ الْبَرَكَةِ،
وَالثَّالِثَةُ: بِنِيَّةِ أَنْ يَكْتُبَهُ عِنْدَهُ مِنَ السُّعَدَاءِ، ثُمَّ يَدْعُوَ بِمَا ذَكَرَهُ بَعْضُ الْعَارِفِينَ، اهـ.
قَالَ الْإِمَامُ عَبْدُ الْحَمِيدِ الشَّافِعِيُّ فِي «كَنْزِ النَّجَاحِ وَالسُّرُورِ» :
قُلْتُ: وَقَدْ جُمِعَ دُعَاءٌ مَأْثُورٌ مُنَاسِبٌ لِلْحَالِ، خَاصٌّ بِلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، مَشْهُورٌ، يَقْرَؤُهُ الْمُسْلِمُونَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ الْمَيْمُونَةَ فُرَادَى وَجَمَاعَةً، فِي جَوَامِعِهِمْ وَغَيْرِهَا، يُلَقِّنُهُمْ أَحَدُهُمْ ذٰلِكَ الدُّعَاءَ، أَوْ يَدْعُو وَهُمْ يُؤَمِّنُونَ، كَمَا هُوَ مَعْلُومٌ.
وَكَيْفِيَّتُهُ: تُقْرَأُ أَوَّلًا سُورَةُ يٰسٓ بَعْدَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ ثَلَاثًا:
الْأُولَى: بِنِيَّةِ طُولِ الْعُمْرِ.
وَالثَّانِيَةُ: بِنِيَّةِ دَفْعِ الْبَلَاءِ.
وَالثَّالِثَةُ: بِنِيَّةِ الِاسْتِغْنَاءِ عَنِ النَّاسِ.

Artinya: Sebagian ulama arifin mengatakan bahwa di antara amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syakban adalah membaca surah Yasin tiga kali berturut-turut antara salat magrib dan isya, tanpa diselingi pembicaraan yang tidak perlu.

Bacaan pertama diniatkan untuk keberkahan umur bagi dirinya dan orang yang dicintainya. Bacaan kedua diniatkan untuk kelapangan rezeki dengan keberkahan.
Bacaan ketiga diniatkan agar Allah menetapkannya sebagai bagian dari orang-orang yang berbahagia (di sisi-Nya). Setelah itu, dianjurkan untuk berdoa dengan doa yang telah diajarkan oleh sebagian ulama arifin.

Imam Abdul Hamid Asy-Syafi'i berkata dalam Kanz an-Najah wa as-Surur:

"Aku katakan: Telah dikumpulkan doa yang masyhur dan sesuai untuk malam Nisfu Sya'ban, yang dibaca oleh kaum muslimin pada malam yang penuh berkah itu, baik secara sendiri-sendiri maupun berjamaah di masjid-masjid dan tempat lainnya. Salah seorang dari mereka membimbing yang lain dalam doa ini, atau seseorang memimpin doa dan yang lainnya mengaminkan, sebagaimana yang sudah dikenal."

Niat dan Tata Cara Membaca Surah Yasin di Malam Nisfu Syakban

Sebelum membaca doa Nisfu Syakban, setelah salat magrib sebelum isya, umat Islam dianjurkan untuk membaca surah Yasin sebanyak tiga kali, dengan niat dan tata cara sebagai berikut.

  • Bacaan pertama diniatkan untuk panjang umur.
  • Bacaan kedua diniatkan untuk menolak bala (musibah dan kesulitan).
  • Bacaan ketiga diniatkan agar tidak bergantung kepada manusia (kecukupan diri dari makhluk).

وَكُلَّمَا تُقْرَأُ السُّورَةُ مَرَّةً، تُقْرَأُ بَعْدَهَا الدُّعَاءُ مَرَّةً، وَهُوَ هٰذَا الدُّعَاءُ الْمُبَارَكُ:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ، وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنَّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ، اللهم؛ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمَّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرَّزْقِ. فَامْحُ اللَّهُم بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي ، وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمَّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ - وَقَوْلُكَ الْحَقُّ - فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ ، عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُوا اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَبِ).
إِلَهِي بِالتَّجَنِّي الْأَعْظَمِ ، فِي لَيْلَةِ النَّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ: أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ : إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ ، وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اهـ.

Artinya: Setiap kali membaca surah Yasin satu kali, maka setelahnya dibaca doa berikut satu kali. "Bismillahirrahmanirrahim. Shalawat dan salam atas junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, wahai Dzat yang memiliki anugerah dan tidak ada yang dapat memberi anugerah kepada-Nya, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat yang memiliki keutamaan dan kebaikan, tidak ada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung bagi mereka yang mencari perlindungan, pelindung bagi mereka yang meminta perlindungan, tempat aman bagi mereka yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) sebagai orang yang celaka, terhalang (dari rahmat-Mu), terusir, atau sempit rezekinya, maka dengan anugerah-Mu, hapuslah kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, mendapat rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan, karena sesungguhnya Engkau telah berfirman-dan firman-Mu adalah kebenaran-dalam kitab-Mu yang diturunkan melalui lisan Nabi-Mu yang diutus: 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh)' (QS. Ar-Ra'd: 39).

Ya Ilahi, dengan kemuliaan-Mu yang agung, pada malam Nisfu Syakban yang mulia, malam di mana segala urusan yang penuh hikmah ditetapkan dan diputuskan, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengangkat dari kami segala bala yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, serta segala yang lebih Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan. Shalawat dan salam atas junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya.

5. Memperbanyak Doa, Istigfar, serta Selawat

Malam Nisfu Syakban merupakan malam yang istimewa di mana doa-doa yang kita panjatkan akan diterima Allah. Oleh karena itu, memperbanyak doa dan istigfar sangat dianjurkan sebagai amalan di malam ini.

Istigfar sebagai media penghapus dosa, sedangkan doa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Berikut adalah lafal doa Nisfu Syakban dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Arab Latin: Allâhumma shalli 'alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni'mati, wa ma'âdinil 'ishmati, wa'shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta'khudznî 'alâ ghirratin wa lâ 'ala ghaflatin, wa lâ taj'al 'awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla 'annî, fa inna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a'thinî mâ lâ yanfa'uka, fainnaka al-wâsi'atu rahmatuhu, al-badî'atu hikmatuhu, fa a'thini as-sa'ata wad da'ata, wal-amna wash-shihhatan wasy-syukra wal-mu'âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa 'alayya, wa 'alâ auliyâi fîka, wa a'thinî al-yusra, walâ taj'al ma'ahu al-'usra, wa a'imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu'minîna wal mu'minâti.

Artinya: Ya Allah limpahkan rahmat ta'dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anakku, saudara-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukminin dan mukminat.

Pada prinsipnya, tidak ada ikatan baku mengenai doa apa yang harus dibaca. Setiap muslim bisa berdoa dengan bahasa sendiri. Namun, mengikuti panduan doa dari para ulama tentu memiliki keutamaan tersendiri.

Semoga di malam istimewa ini, segala hajat dikabulkan dan semua umat Islam bisa bertemu dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat dan hati yang bersih. Amiin ya Rabbal 'Alamin.

Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads