Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) mendapat pekerjaan rumah (PR) untuk memastikan standar rumah sakit (RS) pendidikan sesuai dengan kompetensi ners yang dibutuhkan saat ini. Kepengurusan periode 2025-2029 juga mereorientasi arah pendidikan keperawatan di Indonesia menuju kebijakan Kampus Berdampak.
Di tengah dinamika transformasi kesehatan nasional, AIPNI periode ini berkomitmen memastikan institusi pendidikan ners tidak hanya berfokus pada output administratif dan jumlah lulusan. Namun, lebih pada sejauh mana keberadaan kampus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sistem kesehatan, dan kebijakan publik.
Ketua Umum AIPNI terpilih, Prof Agus, mengatakan arah pendidikan keperawatan ke depan harus berorientasi pada hasil yang terukur di luar lingkup akademik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan kita bukan lagi sekadar meluluskan perawat, melainkan bagaimana institusi pendidikan mampu menjadi lokomotif perubahan. Melalui kebijakan Kampus Berdampak, setiap riset, praktik lapangan, dan inovasi yang lahir dari rahim perguruan tinggi harus mampu menjawab masalah kesehatan nyata di tengah masyarakat," kata Prof Agus, Jumat (30/1/2026).
Untuk menjalankan misi tersebut, Agus akan dibantu oleh 99 pengurus selama empat tahun ke depan. Para pengurus diharapkan mampu membuat organisasi bergerak lebih lincah dan progresif.
"Tentu dengan bertambahnya jumlah pengurus di AIPNI, saya berharap AIPNI bisa lebih cepat, progresif, dan menjaga integritas. Saya berharap amanah ini bisa dijalankan dengan penuh tanggung jawab," harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi RI, Prof Setiawan, mengatakan ada PR yang harus dihadapi AIPNI, khususnya terkait standar RS pendidikan.
"Pendidikan tinggi harus berorientasi pada peningkatan akses, mutu, relevansi, dan dampak. Ini sesuai dengan misi Asta Cita untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan hilirisasi riset yang berkontribusi untuk peningkatan sistem pelayanan kesehatan," pungkasnya.
(ihc/dpe)
