Tumit Terasa Nyeri saat Berdiri Lama? Begini Cara Mengatasinya!

Tumit Terasa Nyeri saat Berdiri Lama? Begini Cara Mengatasinya!

Hana Nushratu Uzma - detikJatim
Sabtu, 31 Jan 2026 08:25 WIB
Tumit Terasa Nyeri saat Berdiri Lama? Begini Cara Mengatasinya!
Foto: Getty Images/Boy_Anupong
Jakarta -

Pernah merasa nyeri menusuk di tumit saat pertama kali melangkah di pagi hari? Hati-hati! Hal tersebut dapat jadi gejala nyeri telapak kaki Plantar Fasciitis, suatu kondisi yang sering terjadi akibat terlalu lama berjalan atau berdiri di satu posisi dalam waktu lama.

Meski terdengar sepele, rasa nyeri ini dapat cukup mengganggu aktivitas harian. Spesialis Ortopedi (Tulang dan Traumatologi) Pain Management Center Mayapada Hospital Bogor dr Mohammad Tsani Musyafa, MKes, SpOT membagikan tips cara mengatasi kondisi tersebut.

Plantar Fasciitis terjadi akibat peradangan pada jaringan yang membungkus otot di bagian telapak kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang muncul perlahan maupun tiba-tiba, dan biasanya akan semakin terasa saat kaki digunakan untuk berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peradangan pada telapak kaki dapat menyebabkan jaringan otot di sekitarnya membengkak dan menebal, mengakibatkan saraf-saraf di area tersebut tertekan dan menimbulkan rasa nyeri, terutama saat kaki digunakan untuk menopang tubuh, yang jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan dapat menjalar hingga ke bagian atas kaki bahkan sampai ke ujung jari," ujar dr Tsani, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Plantar Fasciitis seringkali ditandai dengan sensasi tajam dan menusuk di area bawah tumit, terutama saat langkah pertama di pagi hari setelah bangun tidur. Nyeri ini juga dapat muncul setelah duduk terlalu lama, berdiri dalam waktu lama, atau seusai berolahraga.

ADVERTISEMENT

Gejala ini umum disebabkan oleh beberapa faktor risiko. dr. Tsani menambahkan kondisi ini umum terjadi pada perempuan berusia di atas 40 tahun. Seiring bertambahnya usia, jaringan di telapak kaki kehilangan elastisitasnya, sehingga lebih rentan mengalami peradangan.

"Selain faktor usia dan gender, tekanan berulang pada area tumit akibat aktivitas fisik seperti lari jarak jauh, balet, atau senam aerobik juga dapat memicu kondisi ini," kata dr Tsani.

Tidak hanya itu, risiko Plantar Fasciitis juga meningkat pada mereka yang memiliki struktur kaki datar, lengkungan kaki yang terlalu tinggi, atau cara berjalan yang tidak normal. Pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama dan penggunaan alas kaki yang tidak memberikan dukungan yang cukup juga turut berperan, ditambah dengan faktor, seperti obesitas dan peningkatan berat badan dapat memperparah tekanan pada telapak kaki.

Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya dr Reyner Valiant Tumbelaka, MKedKlin, SpO menyampaikan bahwa munculnya gejala Plantar Fasciitis bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena biasanya dapat sembuh dalam beberapa bulan dengan perawatan sederhana di rumah, seperti istirahat, kompres es, dan melakukan peregangan otot secara rutin.

"Disarankan juga menggunakan obat anti nyeri, plester atletik untuk menopang kaki, penyangga kaki (splint) saat tidur yang membantu meregangkan otot kaki, serta sol khusus (orthotics) untuk membantu mendistribusikan tekanan secara merata pada telapak kaki, sekaligus meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan," papar dr Reyner.

Namun apabila perawatan di rumah tidak meredakan nyeri yang dirasakan, dr Reyner menyarankan beberapa tindakan medis lanjutan. Pasien dapat menjalani terapi injeksi Platelet Rich Plasma (PRP), terapi Extracorporeal Shock Wave dengan gelombang suara untuk merangsang proses penyembuhan, hingga tindakan pembedahan.

Jangan biarkan nyeri semakin parah! Segera konsultasikan keluhan nyeri Plantar Fasciitis atau jenis nyeri lainnya ke dokter ortopedi yang ada di layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital.

Dengan perawatan berstandar internasional, layanan ini secara khusus menangani masalah tulang, sendi, dan otot, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan, terapi, hingga perawatan pasca-tindakan. Konsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi call center 150770.

Bagi warga Bogor dan Jawa Barat (Jabar), Mayapada Hospital Bogor memiliki layanan Pain Management Center untuk menangani berbagai jenis nyeri secara komprehensif sesuai kondisi setiap pasien, dengan dukungan tim dokter multidisiplin yang memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi atau Pain Customer Care Mayapada Hospital Bogor di 0811-1015-354.

Menjadwalkan konsultasi di Orthopedic Center Mayapada Hospital atau Pain Management Center Mayapada Hospital Bogor kini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi MyCare, yang memudahkan pengguna untuk mengatur jadwal pemeriksaan, konsultasi dokter, hingga mengakses layanan gawat darurat 150990.

MyCare juga dilengkapi fitur Health Articles & Tips yang berisi informasi terkait keberhasilan Orthopedic Center dalam menangani berbagai kasus ortopedi secara advanced, serta Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Unduh MyCare di Google Play Store atau App Store, dan nikmati poin reward berupa potongan harga untuk pengguna baru di berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

(akd/akd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads