Seorang pasien pria berusia 41 tahun berinisial A, penderita autisme berat (severe autism), harus melalui perjuangan panjang melawan kanker hidung yang dideritanya. Tantangan yang dihadapi A tidak hanya berasal dari penyakit kanker, tetapi juga dari kondisi autisme berat yang membuatnya sulit berkomunikasi, berinteraksi sosial, serta berperilaku.
Meski demikian, A berhasil pulih setelah menjalani perawatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Perjalanan pengobatan A bermula ketika keluarganya menyadari adanya benjolan di hidung. Keluarga kemudian membawa A untuk menjalani pemeriksaan di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan tumor karsinoma nasal, yakni tumor ganas yang tumbuh di area nasofaring, dan mendiagnosis A menderita kanker hidung. Kondisi severe autism yang dialami A membuat tim dokter harus mempertimbangkan secara matang metode perawatan yang paling tepat dan nyaman bagi pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Spesialis Radiologi Onkologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menangani A, dr. Ratnawati Soediro, Sp.Onk.Rad, menjelaskan bahwa penanganan kanker hidung umumnya dilakukan melalui operasi pengangkatan tumor yang kemudian diikuti kemoterapi atau radioterapi.
"Kanker hidung umumnya ditangani dengan operasi pengangkatan tumor, yang kemudian diikuti dengan kemoterapi atau radioterapi. Namun dalam kasus A, operasi dan kemoterapi dinilai kurang cocok karena berisiko menyebabkan stres berlebihan pada pasien," ujar dr. Ratnawati, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Lebih lanjut, dr.Ratnawati menambahkan keputusan terapi dilakukan melalui diskusi mendalam tim medis lintas disiplin.
"Bersama tim dokter multidisiplin di Oncology Center Mayapada Hospital yang melibatkan spesialis onkologi, radiologi, THT, gigi, anestesi dan dokter lain yang terlibat, kami melakukan diskusi mendalam untuk menyusun rencana perawatan yang tepat dan mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi pada A. Dengan mempertimbangkan kondisi A secara menyeluruh, radioterapi dipilih sebagai langkah terbaik," tambahnya.
Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan sendiri diketahui telah menangani ribuan kasus kanker, sekitar 8.000-9.000 kasus dalam dua tahun terakhir, dengan menerapkan metode pengobatan canggih, termasuk untuk kanker hidung. Dalam memberikan perawatan kanker yang menyeluruh, Oncology Center Mayapada Hospital menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai jenis kanker, mulai dari pencegahan, skrining, pengobatan, hingga perawatan berkelanjutan.
Setelah menjalani 20 sesi radioterapi, benjolan pada hidung A dilaporkan mengecil secara signifikan, menandakan respons positif terhadap pengobatan yang dijalani. Kondisi A pun terus dipantau secara berkala guna memastikan kesehatannya tetap stabil serta mencegah kemungkinan kekambuhan. Penanganan terhadap A membuktikan bahwa dengan perencanaan matang, pendekatan humanis, serta kerja sama erat antara tim medis dan keluarga, pasien dengan kebutuhan khusus tetap dapat menjalani pengobatan kanker secara efektif dan nyaman.
Keberhasilan pengobatan A juga tidak terlepas dari koordinasi perawatan di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang memiliki Tumor Board, terdiri dari tim dokter multidisiplin yang berkoordinasi secara aktif dalam menyusun rencana perawatan kanker yang tepat.
Selain itu, dukungan psikologis melalui kehadiran Patient Navigator turut diberikan untuk mendampingi A dalam setiap sesi terapi, sehingga pasien merasa aman dan nyaman selama menjalani perawatan. Patient Navigator Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan terdiri dari tenaga medis berpengalaman yang mendampingi setiap proses perawatan pasien kanker.
Seiring kemajuan ilmu dan teknologi medis, jenis kanker seperti yang dialami pasien A maupun kanker lainnya kini dapat ditangani dengan lebih baik. Peluang pasien untuk mencapai remisi atau kesembuhan juga semakin besar apabila kanker terdeteksi sejak dini.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin seperti Medical Check Up (MCU) dinilai sangat penting, terutama untuk jenis kanker dengan angka kasus tinggi di Indonesia, seperti kanker payudara, serviks, paru, dan usus besar atau kolorektal.
Untuk mendukung deteksi dini secara komprehensif, Mayapada Hospital menyediakan beragam Paket MCU Skrining Kanker. Paket tersebut mencakup Mammografi dan USG Payudara untuk deteksi kanker payudara, Pap-smear dan Vaksinasi HPV untuk kanker serviks, Low Dose CT-Scan untuk kanker paru, hingga Virtual Colonoscopy untuk kanker kolorektal. Berbagai paket ini tersedia dengan harga spesial melalui website dan aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.
Tak hanya untuk deteksi dini dan skrining kanker, beragam layanan kesehatan lainnya di Mayapada Hospital juga dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi MyCare. Mulai dari pembuatan jadwal pemeriksaan dan konsultasi dokter, akses layanan gawat darurat melalui fitur Emergency Call, hingga informasi dan tips kesehatan terkini melalui Health Articles & Tips.
MyCare juga mendukung penerapan gaya hidup sehat melalui fitur Personal Health yang terintegrasi dengan Health Access dan Google Fit, untuk memantau aktivitas harian seperti jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga indeks massa tubuh (BMI).
Aplikasi MyCare dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store dan menawarkan berbagai reward berupa potongan harga untuk beragam jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.
(anl/ega)










































